Market Update

Rupiah Dibuka Melemah pada Rabu Pagi di Level Rp16.761 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (7/1/2026) ke level Rp16.761 per dolar AS, turun 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya
  • Data ekonomi AS memburuk, tercermin dari PMI Manufaktur ISM Desember 2025 yang turun ke 47,9 dan menandai kontraksi manufaktur selama 10 bulan berturut-turut
  • Sentimen hawkish The Fed turut menekan rupiah, dengan proyeksi rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.750–Rp16.780 per dolar AS hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (7/1/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.761 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,02 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.758 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, data ekonomi AS mengungkapkan bahwa bisnis manufaktur terus menunjukkan prospek yang suram. Indeks PMI Manufaktur ISM AS untuk Desember 2025 turun menjadi 47,9, meleset dari perkiraan 48,3 dan turun dari 48,2 pada November.

Baca juga: Bos BI Ramal Rupiah Berkisar Rp16.430 per Dolar AS di 2026

“Hal ini menandakan penurunan lebih lanjut dalam aktivitas manufaktur. Angka tersebut menandai bulan kontraksi kesepuluh berturut-turut dan menggarisbawahi pelemahan yang terus-menerus di sektor ini,” kata Ibrahim, Rabu, 7 Januari 2026.

Selain itu, komentar dari Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari yang tetap bersikap hawkish, mengatakan bahwa inflasi tetap terlalu tinggi, menambahkan bahwa kebijakan moneter sekarang lebih dekat ke posisi netral.

“Ia juga menggambarkan pasar tenaga kerja berada dalam lingkungan ‘perekrutan rendah, pemecatan rendah’, menunjukkan perputaran yang terbatas daripada penurunan yang nyata,” imbuhnya.

Baca juga: Doit dan Rupiah: Jalan Tengah Menuju Redenominasi yang Realistis

Dari sejumlah sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah akan berada di kiaran level Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS hari ini.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS hari ini,” pungkas Ibrahim. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Tugure Raih Best Public Relations 2026 atas Strategi Komunikasi Ketahanan Reasuransi

Poin Penting Tugure meraih Best Public Relations 2026 di ajang IPRA berkat strategi komunikasi ketahanan… Read More

13 mins ago

Tak Sekadar Angka, OJK Tegaskan Kualitas Free Float Jadi Sorotan MSCI

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan ketentuan free float minimum menjadi 15 persen guna… Read More

28 mins ago

IHSG Ambruk, Bos Danantara: Evaluasi MSCI Jadi “Wake-up Call” bagi BEI

Poin Penting IHSG anjlok hampir 15 persen sejak Rabu (28/1/2026) hingga awal sesi I Kamis… Read More

31 mins ago

Jelang Lebaran 2026, Diskon Tiket dan Tol Disiapkan untuk Jaga Daya Beli

Poin Penting Pemerintah siapkan diskon transportasi dan tarif tol jelang Lebaran 2026 untuk dukung daya… Read More

33 mins ago

Ini Elemen Kunci agar Asuransi Wajib Bencana Bisa Diterapkan di Indonesia

Jakarta - Implementasi asuransi wajib bencana di Indonesia membutuhkan sejumlah elemen kunci dan kondisi pendukung agar… Read More

1 hour ago

Antisipasi Virus Nipah, Singapura Terapkan Skrining Ketat di Bandara

Poin Penting Singapura memperketat skrining bandara dengan pemeriksaan suhu bagi penumpang dari wilayah terdampak virus… Read More

1 hour ago