Moneter dan Fiskal

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.634 per Dolar AS Awal Pekan Ini

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin, 22 September 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.634 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,20 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu Rp16.601 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, proyeksi median anggota Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan adanya perkiraan dua kali penurunan suku bunga tambahan tahun ini.

“Namun, proyeksi pertumbuhan riil, pengangguran, dan revisi kenaikan inflasi inti yang kuat menimbulkan skeptisisme terhadap kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih tajam tahun depan,” kata Andry, Senin, 22 September 2025.

Baca juga: Jelang Rapat FOMC September, The Fed Berpeluang Pangkas Suku Bunga 25 Bps

Menurutnya, prospek suku bunga global tetap menjadi perhatian pasar, dengan agenda pidato penting dari anggota FOMC, termasuk Ketua The Fed Jerome Powell, untuk menindaklanjuti penurunan suku bunga terbaru.

Selain itu, pasar akan mencermati pembaruan data inflasi personal consumption expenditures (PCE), konsumsi dan pengeluaran pribadi, serta estimasi terbaru PDB kuartal II AS.

“Rilis penting AS lainnya termasuk pesanan barang tahan lama, pembacaan PMI, neraca berjalan, dan penjualan rumah baru,” jelasnya.

Baca juga: Pasca BI dan The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Dibuka Melemah ke 16.457

Andry pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran level Rp16.520 dan Rp16.615 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.520 dan Rp16.615 per dolar AS,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Madu dan Racun Sentralisasi Devisa Hasil Ekspor

Oleh Paul Sutaryono PEMERINTAH meluncurkan aturan baru tentang devisa hasil ekspor (DHE) valas dari sumber… Read More

59 mins ago

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

10 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

12 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

12 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

12 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

12 hours ago