Market Update

Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp16.902 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah melemah di pembukaan perdagangan Kamis (12/3) ke level Rp16.902 per dolar AS, turun 0,09 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.886 per dolar AS
  • Pelemahan dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi disrupsi pasokan minyak mentah dunia, yang kembali mendorong kenaikan harga minyak global
  • Analis Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.800–Rp16.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Kamis (12/3/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.902 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,09 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.886 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan akan bergerak melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya kekhawatiran pasar terkait potensi disrupsi pasokan minyak mentah dunia.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah kembalinya kekuatiran seputar disrupsi pasokan minyak mentah dunia,” kata Lukman, Kamis, 12 Maret 2026.

Baca juga: World Gold Council: Pelemahan Dolar AS Berpotensi Dongkrak Harga Emas

Lebih lanjut, lonjakan harga minyak mentah dunia kembali terjadi, meski terdapat harapan dukungan dari rencana pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar oleh negara-negara anggota International Energy Agency (IEA).

“Harga minyak mentah dunia kembali melonjak walau ada harapan dukungan dari rencana perlepasan cadangan minyak besar-besaran oleh anggota-anggota IEA,” imbuhnya.

Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya

Dengan mempertimbangkan sentimen global tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan berada dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS.

“Rupiah akan berada di range Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Dalam 5 Tahun, Setoran Zakat BSI Tembus Rp1,07 Triliun

Poin Penting Total zakat BSI mencapai Rp1,07 triliun dalam periode 2021 hingga 2025 dengan tren… Read More

8 hours ago

Bank Sinarmas Ajak Nasabah Menabung Sekaligus Donasi Sosial lewat Tabungan Simas Share

Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More

10 hours ago

Tingkatkan Nilai Tambah, Alfamart Gandeng Layar Digi Hadirkan Bioskop Mini

Poin Penting Alfamart menghadirkan inovasi micro cinema pertama di gerai Gading Serpong bekerja sama dengan… Read More

10 hours ago

BTN Kuasai 72 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi, Penyaluran Tembus Rp3,65 T

Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More

11 hours ago

Prabowo Gaspol Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan, Ini Sasarannya

Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More

11 hours ago

Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Call Bebas Pulsa lewat Livin’ by Mandiri

Poin Penting Bank Mandiri menghadirkan fitur call center gratis di Livin’ by Mandiri yang bisa… Read More

11 hours ago