Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (25/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.848 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,11 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.829 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat seiring pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed).
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah beberapa pernyataan hawkish dari pejabat The Fed,” kata Lukman, Rabu, 25 Februari 2026.
Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya
Dengan sentimen tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan bergerak di range Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman.
Sementara, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebutkan, indeks dolar AS (DXY) bertahan di level 97,8, memangkas pelemahan awal sehingga tetap berada di dekat level tertinggi dalam satu bulan.
“Hal itu seiring pelaku pasar global menilai kembali apakah perkembangan kebijakan perdagangan AS akan secara signifikan mengubah neraca pembayaran,” ujar Andry.
Baca juga: AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS
Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.795 hingga Rp16.865 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.795 dan Rp16.865 per dolar AS,” tambahnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More
Poin Penting Bank BJB menerbitkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026 dengan kupon hingga 6,30% dan… Read More
Poin Penting Transaksi QRIS tumbuh 131,47% YoY per Januari 2026, didorong peningkatan pengguna dan merchant.… Read More
Poin Penting Program mudik gratis Jakarta 2026 terbuka bagi warga luar DKI, meski KTP DKI… Read More
Poin Penting Menurut Direktur Utama BRI Hery Gunardi, likuiditas dan modal kuat perbankan kuat, dengan… Read More
Poin Penting Bank Mandiri mencatat kredit tumbuh 15,62% YoY menjadi Rp1.511,4 triliun dan laba bersih… Read More