Market Update

Rupiah Dibuka Melemah Jumat Ini ke Rp16.788 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan kemarin.
  • Stabilnya indeks DXY, klaim pengangguran rendah, dan ekspektasi suku bunga Fed memengaruhi pergerakan rupiah.
  • Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.715 hingga Rp16.782 per dolar AS hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Jumat (27/2). Rupiah dibuka di Rp16.788 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,17 persen dari penutupan kemarin di Rp16.759 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) sedikit berubah di 97,7, berfluktuasi tidak jauh dari level tertinggi satu bulan pekan lalu.

“Seiring investor masih menunggu katalis baru setelah kekhawatiran atas kebijakan perdagangan Presiden Trump mereda, meskipun ketidakpastian masih tetap ada,” kata Andry, Jumat, 27 Februari 2026.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Seiring Penurunan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Sementara itu, klaim pengangguran awal dan berkelanjutan di AS berada di bawah perkiraan, menandakan pasar tenaga kerja stabil dan pemberi kerja mempertahankan tenaga kerja.

Ekspektasi Suku Bunga

Pada saat yang sama, pasar uang menurunkan ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Probabilitas pemangkasan seperempat poin pada Juni turun menjadi 50 persen, sementara ekspektasi pemotongan ketiga pada akhir tahun hampir hilang.

Selain itu, Indeks Harga Rumah S&P Cotality Case-Shiller 20 Kota naik 1,4 persen secara tahunan pada Desember 2025, sesuai dengan laju November dan ekspektasi pasar.

“Namun, pertumbuhan harga tahunan tetap mendekati level terlemahnya dalam lebih dari dua tahun, yang menunjukkan pendinginan berkelanjutan di pasar perumahan AS,” ujar Andry.

Baca juga: Rupiah Masih Undervalued, Bos BI Beberkan Penyebabnya

Kenaikan harga rumah juga tertinggal dari inflasi konsumen, yang berada di angka 2,7 persen pada Desember 2025.

“Akibatnya, nilai riil rumah secara efektif menurun selama setahun terakhir, dengan pertumbuhan harga nominal tertinggal sekitar 1,3 poin persentase di bawah inflasi,” pungkasnya.

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah

Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.715 hingga Rp16.782 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.715 dan Rp16.782 per dolar AS,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

1 hour ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

1 hour ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

4 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

5 hours ago

Arus Mudik Mulai Naik, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Pakai 1 Kartu e-Toll

Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More

7 hours ago