Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.395 per dolar AS pada 5 Mei 2026, turun 0,01 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.394
- Tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan dolar AS yang dipicu eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah
- Pelemahan diperkirakan terbatas, dengan pergerakan rupiah di kisaran Rp17.350–Rp17.450 per dolar AS sambil menunggu rilis data PDB Indonesia kuartal I 2026.
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan hari ini Selasa (5/5/2026) dibuka pada level Rp17.395 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.394 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi kembali mengalami tekanan terhadap dolar AS yang menguat dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat merespons eskalasi di Timur Tengah,” kata Lukman, Selasa 5 Mei 2026.
Baca juga: Dolar AS Sentuh Rp17.300, Rupiah Tertekan Faktor Global
Lukman menyebutkan, pelemahan rupiah diperkirakan masih akan terbatas. Pasalnya, investor bersikap wait and see menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal I 2026.
“Perlemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB kuartal I Indonesia yang akan dirilis siang ini,” pungkasnya.
Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.350 hingga Rp17.450 per dolar AS hari ini.
“Rupiah diperkirakan akan berada di range Rp17.350 hingga Rp17.450 per dolar AS hari ini,” ujar Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama


