Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,30 persen ke level Rp18.063 per dolar AS pada perdagangan 28 Juli 2026, dari penutupan sebelumnya di Rp18.009 per dolar AS
- Dolar AS tetap kuat di tengah meredanya konflik Iran-AS yang menekan harga minyak dan mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed
- Bank Mandiri memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp18.005–Rp18.100 per dolar AS, dengan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September masih menjadi skenario utama.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp18.063 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp18.009 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, Indeks Dolar AS (DXY) berada di kisaran 101,4, bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan, seiring perkembangan di Timur Tengah yang terus mendominasi sentimen pasar.
Lanjut Andry, AS menghentikan kampanye serangan terhadap Iran yang telah berlangsung hampir dua minggu pada Jumat malam. Sebagai tanggapan, Teheran menghentikan operasi militernya sebagai balasan dan mengadakan pembicaraan dengan Oman mengenai jaminan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Baca juga: Bukan Dilarang! Ini Aturan BI untuk Pembelian Valas Lebih dari 10.000 Dolar AS
“Perkembangan ini memicu penurunan harga minyak, sehingga meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan lebih lanjut dan potensi munculnya kembali tekanan inflasi. Akibatnya, para investor mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed,” kata Andry, Selasa, 28 Juli 2026.
Andry menyebutkan, Bank sentral AS (The Fed) secara luas diperkirakan akan mempertahankan Fed Funds Rate (FFR), meskipun pasar saat ini masih memberikan probabilitas sekitar 33 persen untuk kenaikan suku bunga.
“Ke depan, kenaikan suku bunga pada September masih menjadi skenario utama, dengan pelaku pasar memperkirakan peluang hampir 80 persen bahwa langkah tersebut akan terjadi,” imbuhnya.
Baca juga: Libya Gabung Sistem Pembayaran China, Ketergantungan Dolar AS Dikurangi
Andry pun memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp18.005 hingga Rp18.100 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp18.005 dan Rp18.100 per dolar AS,” ujar Andry. (*)
Editor: Galih Pratama


