Poin Penting
- Rupiah melemah 0,15 persen ke Rp17.130 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari sebelumnya Rp17.105
- Rupiah berpotensi menguat didorong sentimen global yang membaik dan turunnya harga minyak dunia
- Rupiah hari ini diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.050–Rp17.150 per dolar AS, dengan perhatian investor pada isu geopolitik.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Selasa (14/4/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.130 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,15 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.105 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan memiliki ruang penguatan terhadap dolar AS seiring membaiknya sentimen pasar global. Optimisme ini didorong oleh meredanya tekanan dari harga energi, terutama setelah harga minyak dunia mengalami penurunan.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah pulihnya sentimen pasar, dan turunnya harga minyak dunia,” ujar Lukman, Selasa 14 April 2026.
Baca juga: BI Klaim Harga BBM Tak Naik Bisa Bantu Redam Tekanan Rupiah
Di samping itu, kata Lukman, investor juga mencermati perkembangan geopolitik, khususnya harapan adanya perundingan damai yang masih terus berlanjut.
“Investor menaruh harapan pada perundingan damai yang diharapkan masih berlanjut,” jelasnya.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.050 hingga Rp17.150 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.050 hingga Rp17.150 per dolar AS hari ini,” imbuh Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama







