Market Update

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.942 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah 0,34 persen ke Rp16.942 per dolar AS pada Kamis (19/2/2026), dari penutupan sebelumnya Rp16.884 per dolar AS
  • Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai ketidakpastian arah suku bunga The Fed menekan rupiah
  • Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.844–Rp16.935 per dolar AS hari ini, di tengah potensi perbedaan pandangan anggota FOMC dan tekanan obligasi AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Kamis (19/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.942 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,34 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.884 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, banyak pembuat kebijakan mengindikasikan bahwa proses disinflasi harga konsumen AS mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, sehingga perlu menunggu lebih lama sebelum dimulainya kembali pemotongan suku bunga.

Inflasi indeks harga konsemen (CPI) AS berada di bawah ekspektasi pada 2,4 persen dalam rilis data terakhir, yang diumukan setelah pertemuan The Fed pada Januari 2025. Namun, angka tersebut tetap berada di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen, yang terakhir tercapai lima tahun lalu.

Baca juga: IHSG dan Kurs Rupiah Tumbang: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi

“Beberapa anggota FOMC juga mencatat bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk mengendalikan inflasi, yang menggarisbawahi perbedaan pendapat di dalam komite,” kata Andry, Kamis, 19 Februari 2026.

Sementara itu, obligasi dengan jatuh tempo lebih panjang tertekan oleh kemungkinan bahwa Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, mungkin akan mendukung neraca yang lebih kecil.

“Sejalan dengan protesnya sebelumnya terhadap pelonggaran kuantitatif selama krisis keuangan global,” tambahnya.

Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya

Andry pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.844 hingga Rp16.935 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.844 dan Rp16.935 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

4 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

6 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

7 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

7 hours ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

7 hours ago

Perbarindo Adakan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More

8 hours ago