Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (6/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.865 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,14 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.842 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebutkan, data The Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan turun ke level terendah pada Desember 2025 dan laporan Challenger mencerminkan pemutusan hubungan kerja terbanyak pada bulan Januari sejak 2009, sementara klaim pengangguran awal jauh di atas ekspektasi ke level tertinggi dua bulan.
Selain itu, laporan ADP AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta jauh di bawah ekspektasi.
“Serangkaian data ketenagakerjaan yang lebih lemah memperkuat spekulasi tentang beberapa penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini, dengan pasar masih memperkirakan penurunan pertama pada bulan Juni dan yang kedua berpotensi pada bulan September 2025,” kata Andry, Jumat 6 Februari 2026.
Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya
Sementara itu, Departemen Keuangan AS mempertahankan panduan penerbitannya untuk kuartal mendatang, lebih menyukai porsi yang lebih besar dari surat utang jangka pendek daripada obligasi jangka panjang dalam upaya untuk mengelola biaya pinjaman di tengah suku bunga yang tinggi.
Kemudian, lowongan pekerjaan AS turun 386.000 menjadi 6,542 juta pada Desember 2025, terendah sejak September 2020 dan jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,2 juta.
Klaim pengangguran awal di AS meningkat sebesar 22 ribu dari minggu sebelumnya menjadi 231 ribu pada minggu terakhir Januari 2026, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 212 ribu, menandai peningkatan klaim awal terbesar dalam hampir dua bulan.
Baca juga: Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, OJK Ungkap Risiko ke Perbankan
“Peningkatan klaim tersebut disebabkan oleh gangguan bisnis menyusul serangkaian badai musim dingin di berbagai wilayah negara, yang mendorong rumah tangga untuk mengajukan tunjangan pengangguran, dan mempertahankan pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap berada dalam tren pemecatan dan perekrutan yang rendah,” jelasnya.
Berdasarkan sejumlah sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.795 hingga Rp16.885 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.795 dan Rp16.885 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More