Market Update

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.864 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah 0,16 persen ke Rp16.864 per dolar AS pada Rabu (18/2/2026), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.837 per dolar AS.
  • Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai inflasi AS yang sedikit di bawah ekspektasi membuka peluang pelonggaran moneter oleh Federal Reserve pada paruh kedua 2026
  • Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.786–Rp16.865 per dolar AS hari ini, dengan pasar menanti rilis risalah The Fed, data PDB AS kuartal IV-2025, serta indikator PMI Eropa.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (18/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.864 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,16 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp16.837 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, data inflasi AS terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan harga utama sedikit di bawah ekspektasi, membuka jalan bagi bank sentral AS untuk memulai kembali kampanyenya untuk melonggarkan kondisi moneter pada paruh kedua tahun ini.

“Permintaan obligasi juga didukung oleh penjualan di sektor-sektor pasar ekuitas yang lebih berisiko dengan perkiraan valuasi yang lebih tinggi karena ketidakpastian atas gangguan AI dalam ekonomi AS mendorong pasar untuk beralih ke posisi spekulatif,”ujar Andry, Rabu 18 Februari 2026.

Baca juga: Purbaya Sebut Tak Sulit Perkuat Rupiah Jadi Rp15.000 per Dolar AS, Ini Alasannya

Selain itu, kata Andry ketidakpastian masih terjadi mengenai potensi perombakan neraca The Fed menjelang kepemimpinan Kevin Warsh pada bulan Mei.

“Ketua yang akan datang sebelumnya telah menganjurkan untuk tidak membeli aset, tetapi baru-baru ini mengisyaratkan kesediaan untuk mengoordinasikan langkah-langkah dengan Departemen Keuangan untuk menurunkan imbal hasil,” jelasnya.

Andry menambahkan, The Fed akan merilis risalah dari pertemuan terakhirnya, yang menunjukkan jeda dalam siklus pemotongan suku bunganya. AS juga akan mengungkap PDB kuartal ke IV 2025 dan menerbitkan agregat pendapatan dan pengeluaran terbaru.

Baca juga: BI Siapkan Ratusan Triliun Rupiah untuk Kebutuhan Uang Tunai Lebaran

“Sementara itu, PMI Eropa akan memberikan gambaran tentang indikator utama bagi perekonomian terbesar di kawasan tersebut,” tambahnya.

Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.786 hingga Rp16.865 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.786 dan Rp16.865 per dolar AS,” ujar Andry. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

6 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

11 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

11 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

11 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

12 hours ago