Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.835 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,20 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.802 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyampaikan bahwa imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun menjadi 4,03 persen, terendah dalam hampir tiga bulan. Penurunan ini dipicu kekhawatiran tentang penggantian industri oleh AI dan ketidakpastian kebijakan perdagangan dari Gedung Putih, yang mendorong investor beralih ke aset aman.
“Penurunan tajam pada saham di sektor layanan perangkat lunak dan pembayaran mencerminkan kekhawatiran baru bahwa kemajuan teknologi AI akan menggantikan industri secara tidak terduga, memaksa dana untuk beralih ke obligasi Treasury,” kata Andry, Selasa, 24 Februari 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat, Dipicu Pembatalan Tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS
Ia menambahkan, sejumlah ekonomi utama di Eropa dan Asia mempertimbangkan penangguhan implementasi kesepakatan dagang dengan AS. Langkah ini menyusul upaya pemerintahan Presiden AS untuk kembali memberlakukan tarif melalui skema darurat ekonomi pada neraca pembayaran.
“Langkah ini menyusul pembatalan tarif IEEPA oleh Mahkamah Agung AS pada hari Jumat. Namun, imbal hasil obligasi dengan jangka waktu lebih pendek turun relatif lebih sedikit karena pasar menolak spekulasi tentang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve,” jelasnya.
Baca juga: Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump
Indeks dolar AS (DXY) bertahan di level 97,8, mendekati posisi tertinggi dalam satu bulan. Pasar global masih menilai dampak kebijakan perdagangan AS terhadap neraca pembayaran.
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.756 hingga Rp16.848 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.756 dan Rp16.848 per dolar AS,” imbuh Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More
Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More