Market Update

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.835 per Dolar AS, Dipicu Sentimen Global

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp16.802.
  • Sentimen global menekan rupiah, dipicu turunnya imbal hasil Treasury AS, isu disrupsi AI, serta ketidakpastian kebijakan dagang AS.
  • Rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp16.756–Rp16.848 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.835 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,20 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.802 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyampaikan bahwa imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun menjadi 4,03 persen, terendah dalam hampir tiga bulan. Penurunan ini dipicu kekhawatiran tentang penggantian industri oleh AI dan ketidakpastian kebijakan perdagangan dari Gedung Putih, yang mendorong investor beralih ke aset aman.

“Penurunan tajam pada saham di sektor layanan perangkat lunak dan pembayaran mencerminkan kekhawatiran baru bahwa kemajuan teknologi AI akan menggantikan industri secara tidak terduga, memaksa dana untuk beralih ke obligasi Treasury,” kata Andry, Selasa, 24 Februari 2026.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat, Dipicu Pembatalan Tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS

Ia menambahkan, sejumlah ekonomi utama di Eropa dan Asia mempertimbangkan penangguhan implementasi kesepakatan dagang dengan AS. Langkah ini menyusul upaya pemerintahan Presiden AS untuk kembali memberlakukan tarif melalui skema darurat ekonomi pada neraca pembayaran.

“Langkah ini menyusul pembatalan tarif IEEPA oleh Mahkamah Agung AS pada hari Jumat. Namun, imbal hasil obligasi dengan jangka waktu lebih pendek turun relatif lebih sedikit karena pasar menolak spekulasi tentang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve,” jelasnya.

Baca juga: Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Indeks dolar AS (DXY) bertahan di level 97,8, mendekati posisi tertinggi dalam satu bulan. Pasar global masih menilai dampak kebijakan perdagangan AS terhadap neraca pembayaran.

Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.756 hingga Rp16.848 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.756 dan Rp16.848 per dolar AS,” imbuh Andry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

13 mins ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

43 mins ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

1 hour ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

1 hour ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

2 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

3 hours ago