Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Selasa (6/2/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.746 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,04 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.740 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) diperdagangkan pada level 98,5, karena kekhawatiran atas situasi di Venezuela mereda dan PMI Manufaktur ISM yang lebih lemah dari perkiraan membebani sentimen.
PMI Manufaktur ISM AS turun untuk bulan ketiga berturut-turut menjadi 47,9 pada Desember 2025. Ini level terendah sejak Oktober 2024, dibandingkan dengan 48,2 pada November 2025 dan perkiraan 48,3.
Baca juga: Kurangi Tekanan Dolar, BI Tambah Instrumen Moneter Berbasis Yuan-Yen
“Penangkapan pemimpin Venezuela Maduro dan istrinya oleh AS pada akhir pekan meningkatkan ketegangan geopolitik, mendorong sedikit peningkatan permintaan aset safe-haven,” ujar Andry, Selasa, 6 Januari 2026.
Ke depan, kata Andry, serangkaian rilis data ekonomi AS penting di akhir pekan termasuk laporan pekerjaan pada Jumat, data ketenagakerjaan JOLTS dan ADP, dan survei kepercayaan konsumen Michigan, akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi.
“Pasar saat ini memperkirakan dua penurunan suku bunga AS tahun ini, meskipun Federal Reserve hanya memproyeksikan satu penurunan,” tambahnya.
Baca juga: Bos BI Ramal Rupiah Berkisar Rp16.430 per Dolar AS di 2026
Dari sejumlah sentimen tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan berada di kisaran level Rp16.700 hingga Rp16.790 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.700 dan Rp16.790 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Sebanyak 93 persen anggaran BGN Rp268 triliun dialokasikan langsung untuk Program MBG. Porsi… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia memilih bersikap realistis di tengah sinyal OJK terkait peluang kenaikan bank… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas,… Read More
Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More
Poin Penting Bank Neo Commerce (BNC) mencatat laba bersih Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak 2.745… Read More
Poin Penting Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,62 persen (mom), turun dari 0,68 persen… Read More