Market Update

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.726 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah melemah tipis ke level Rp16.726 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis (13/11/2025), dipengaruhi oleh penguatan dolar dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed
  • Pasar global cenderung berhati-hati menunggu keputusan Mahkamah Agung AS soal tarif perdagangan Trump
  • Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.720–Rp16.760 per dolar AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (13/11/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.726 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,05 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.717 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan keraguan atas rencana Federal Reserve (the Fed) untuk memangkas suku bunga lebih lanjut juga membebani emas, karena dolar menemukan pijakannya di perdagangan Asia.

“Pasar juga mencermati pemeriksaan Mahkamah Agung atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump, meskipun putusan tampaknya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat,” kata Ibrahim, Kamis, 13 November 2025.

Baca juga: Bos BI Ramal Rupiah Berkisar Rp16.430 per Dolar AS di 2026

Sementara, DPR AS akan melakukan pemungutan suara untuk mengakhiri penutupan pemerintah setelah Senat AS menyetujui langkah yang bertujuan membuka pengeluaran pemerintah dan mengakhiri penutupan pemerintah terlama yang pernah ada.

“RUU tersebut sekarang akan dibawa ke DPR untuk persetujuan lebih lanjut, dengan badan yang dikendalikan Partai Republik tersebut telah mengisyaratkan akan menyetujui RUU tersebut pada hari Rabu,” imbuhnya.

Ibrahim menyebutkan, RUU tersebut akan diserahkan kepada Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang. Berakhirnya penutupan pemerintah akan membuka pintu bagi lebih banyak rilis data ekonomi resmi, yang pada gilirannya dapat membantu meredakan ketidakpastian atas perekonomian.

Selain itu, Mahkamah Agung yang mengkritik tarif perdagangan Trump. Nick Timiraos dari The Wall Street Journal mengatakan terdapat perpecahan yang semakin besar di antara para pembuat kebijakan Federal Reserve mengenai apakah akan memangkas suku bunga pada Desember 2025, dengan penundaan pembacaan ekonomi untuk bulan September dan Oktober yang menambah ketegangan ini.

Baca juga: Genius Act: Senjata Baru AS Menjaga Dominasi Dolar

“Para pedagang selanjutnya akan mencermati pidato beberapa pejabat The Fed hari ini. John Williams, Anna Paulson, Christopher Waller, Raphael Bostic, Stephen Miran, dan Susan Collins dari The Fed dijadwalkan akan berbicara dalam berbagai forum yang mereka hadiri,” pungkasnya.

Dengan sejumlah sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.720 hingga Rp16.760 per dolar AS hari ini.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.720 hingga Rp16.760 per dolar AS hari ini,” tambahnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Pemerintah dan DPR Sepakat Bentuk Panja Revisi UU P2SK

Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More

23 mins ago

OJK Siap Buka Data, Dukung Aparat Hukum Usut Dugaan Saham Gorengan

Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More

44 mins ago

BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Aktifkan Lagi

Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More

1 hour ago

Free Float 15 Persen Dilakukan Bertahap, Begini Respons AEI

Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,53 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More

2 hours ago

Misbakhun Buka Suara soal Namanya Masuk Bursa Calon Ketua OJK

Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More

2 hours ago