Moneter dan Fiskal

Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp16.602 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (22/10/2025). Rupiah dibuka di level Rp16.602 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,09 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.587 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menyebut, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett mengatakan penutupan pemerintah dapat berakhir minggu ini, meningkatkan optimisme akan penyelesaian gangguan tersebut.

Mengenai perdagangan, Presiden Donald Trump mengatakan ia berharap dapat mencapai kesepakatan yang adil dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan mereka di Korea Selatan akhir bulan ini.

“Presiden AS Donald Trump mengatakan ia berharap dapat mencapai ‘kesepakatan perdagangan yang adil’ dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan mengecilkan kekhawatiran akan konflik terkait Taiwan, meskipun ketegangan masih berlanjut,” kata Andry, Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Seiring Meredanya Tensi China-AS

Sementara, investor menantikan laporan IHK AS September 2025 yang akan dirilis hari Jumat di tengah terbatasnya rilis data akibat penutupan pemerintah.

Pasar secara luas mengantisipasi penurunan suku bunga sebesar 25 bps oleh Federal Reserve minggu depan, dengan penurunan tambahan diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2025 dan tahun depan.

“Penutupan pemerintah yang sedang berlangsung telah menghentikan rilis data penting yang digunakan The Fed untuk menetapkan keputusan kebijakan, tetapi survei swasta sebagian besar mencerminkan kemerosotan di pasar tenaga kerja,” pungkasnya.

Baca juga: Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.568 per Dolar AS di Awal Pekan

Andry memperkirakan rupiah akan berada di kisaran level Rp16.540 hingga Rp16.625 per dolar AS hari ini.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.540 dan Rp16.625 per dolar AS,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

2 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

2 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

2 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

3 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

4 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

5 hours ago