Ilustrasi: Remitansi rupiah/istimewa
Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menguat mendekati 15.500/US$ seiring kebijakan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dari Bank Indonesia (BI) yang telah disampaikan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin.
Hal tersebut disampaikan Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra kepada infobanknews. Dirinya menyebut, kebijakan dalam negeri tersebut bagai angin segar dikala berbagai negara Eropa yang menerapkan lockdown. Penurunan GWM tersebut dipercaya dapat menambah likuiditas pasar.
“Stimulus lanjutan BI untuk menstabilkan perekonomian Indonesia sangat membantu memberi sentimen positif. Potensi rupiah hari ini 15.550/US$ hingga 15.700/US$,” kata Ariston di Jakarta, Rabu 15 April 2020.
Meskipun begitu menurutnya perkembangan penyebaran virus corona (COVID19) diberbagai negara masih membayangi pergerakan mata uang garuda pada hari ini.
Sebagai informasi, pada perdagangan pagi hari ini (15/4) Kurs Rupiah berada di level Rp15.645/US$ posisi tersebut flat bila dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin (14/4) yang masih berada di level Rp15.645/US$.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (15/4) kurs rupiah berada pada posisi Rp15.707/ US$ terlihat menguat dari posisi Rp15.722/US$ pada perdagangan kemarin (14/4). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More
Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More