Jakarta — PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) membukukan laba bersih sebesar Rp279,69 miliar sepanjang tahun 2015. Menurut direksi perusahaan, pencapaian tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp358,99 miliar.
Evy Tirta Sudira, Deputy Chief Finance Officer Plaza Indonesia, mengatakan penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh selisih kurs yang dialami perusahaan. Utang perbankan dalam bentuk dollar Amerika menjadi faktor utamanya.
Menurutnya, selisih kurs yang terjadi mencapai Rp122,45 miliar sepanjang tahun 2015. Namun, angka ini terkompensasi oleh peningkatan laba kotor perusahaan sebesar Rp93,79 miliar pada tahun 2015.
“Masih ada unrealize lost dari bank loan yang kami miliki dengan nilai Rp121,9 miliar. Padahal realisasi utang kami hanya Rp8 miliar,” jelasnya pada paparan kinerja perusahaan di Grand Hyatt Jakarta.
Meski laba turun, kinerja perusahaan terbilang baik karena secara kesuluruhan, pendapatan yang dibukukan mengalami kenaikan. Sepanjang tahun 2015, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,64 triliun, naik 8,07% dari Rp1,52 triliun pada tahun sebelumnya.
Kontribusi terbesar didapatkan dari sektor pusat perbelanjaan yang kemudian disusul oleh sektor perhotelan dan perkantoran. Peningkatan ini disebabkan oleh penyesuaian tarif sewa pusat perbelanjaan dan perkantoran dan apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar.(*) Indra Haryono
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More
Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More