Logo Citi Group/Istimewa
Jakarta – Perusahaan bank investasi dan jasa keuangan yang berbasis di Amerika Serikat, Citigroup akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 20.000 karyawan dalam dua tahun ke depan.
Salah satu alasan pemangkasan karyawan karena kerugian yang dialami perusahaan pada Kuartal IV 2023 mencapai USD1,8 miliar atau setara dengan Rp27 triliun.
“Kuartal keempat 2023 jelas mengecewakan,” kata CEO Citigroup Jane Fraser kepada analis, dikutip dari Reuters, dikutip Minggu, 14 Januari 2024.
Menurutnya, tahun 2024 menjadi tahun yang masih dibayangi oleh ketidakpastian kondisi global. Termasuk PHK dan reorganisasi besar-besaran perusahaan.
Baca juga: Bisnis Consumer Banking Sudah Ditutup, Citibank Genjot Bisnis Ini
Meski begitu, para analis berpandangan bahwa kinerja Citigroup masih cukup kuat apabila memenuhi kinerja pada kuartal IV.
“Pendapatan Citigroup tampak buruk dengan kerugian besar sebesar USD 1,8 miliar. Namun, bisnis dasar bank tersebut menunjukkan ketahanan,” jelas CEO Konsultan Manajemen Opimas Octavio Marenzi.
Sebagaimana diketahui, kerugian bisnis yang diderita Citi disebabkan oleh berbagai biaya seperti US$3,8 untuk biaya reorganisasi, cadangan devaluasi mata uang dan tidak stabilnya kondisi Argentina dan Rusia.
Citi juga harus membayar sebesar US$ 1,7 miliar untuk top up dana asuransi simpanan pemerintah.
PHK Citigroup
PHK yang dialami PHK bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada awal Maret lalu, Citigroup melakukan pemangkasan terhadap kurang dari 1 persen dari 240.000 tenaga kerja. Karyawan yang berasal di seluruh operasi perusahaan dan organisasi teknologi, serta unit penjamin emisi hipotek Amerika Serikat, juga termasuk di antara yang terdampak PHK.
Langkah PHK yang dilakukan Citigroup datang hanya beberapa minggu setelah saingan mereka, JPMorgan Chase memangkas ratusan staf hipotek. Sementara, Goldman Sachs juga berencana melakukan PHK pada ribuan posisi di seluruh perusahaan.
Baca juga: Caplok Bisnis Konsumer Citibank, UOB Indonesia Dapat 1 Juta Nasabah dan 1.000 Karyawan
Pada divisi teknologi, Citigroup telah menghabiskan miliaran dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan infrastruktur dasarnya.
Pada Juni 2023, erusahaan memangkas 30 pekerjaan perbankan investasi dan 20 pekerjaan lainnya di unit perbankan korporatnya di London, pada Sabtu, 10 Juni 2023.
Dalam memo internal yang dirilis Citigroup, pemecatan dilakukan sebagai upaya mengurangi biaya operasional ditengah ancaman krisis akibatnya anjloknya bisnis Citigroup.
Selain itu, Citigroup juga membubarkan tim globalnya yang bertugas memberikan analisis seputar pasar valuta asing, dengan memberhentikan karyawannya di London dan New York dan tim perdagangan obligasi korporat Amerika Latin. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More