Poin Penting
Jakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Rosan Perkasa Roeslani, menilai dinamika geopolitik global yang tengah berlangsung, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, berpotensi bisa memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, mulai dari ketidakpastian harga energi hingga volatilitas pasar keuangan.
Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian tersebut, Rosan menilai Indonesia membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
“Ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional karena membawa nilai keadilan, keseimbangan, serta keberpihakan kepada sektor riil,” ujar Rosan dalam acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama MES di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. Jumat.
Baca juga: Ma’ruf Amin Optimistis Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Mampu Tembus 50 Persen
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi luas seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, akademisi, ulama, hingga organisasi masyarakat.
“Ketika seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan bersama dalam satu semangat yang sama, kita akan mampu membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.
Rosan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, serta baru saja terpilih menjadi Ketua Umum PP MES pada bulan Januari lalu ini pun mengungkapkan bahwa struktur kepengurusan baru MES saat ini masih dalam tahap finalisasi dan ditargetkan dapat segera diumumkan dalam waktu dekat.
“Kepengurusan tersebut diharapkan membuat organisasi bergerak lebih dinamis, kolaboratif, dan berdampak bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Harian PP MES, Ferry Juliantono, menilai masa depan ekonomi syariah tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan syariah dan industri halal.
Menurutnya, ekonomi syariah perlu masuk lebih dalam ke sektor riil sebagai kekuatan produksi, perdagangan, dan distribusi di tengah masyarakat.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koperasi, Ferry juga menyoroti potensi besar koperasi pondok pesantren sebagai motor penggerak ekonomi umat. Pesantren dinilai memiliki ekosistem yang kuat, mulai dari sumber daya manusia, komunitas yang solid, hingga kebutuhan ekonomi yang nyata.
Baca juga: BEI Perkenalkan IDX Mobile Sharia, Permudah Akses Investasi Saham Syariah
“Dari pesantren kita bisa membangun model pengembangan sektor riil ekonomi syariah, mulai dari produksi hingga jejaring usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Diskusi mengenai penguatan ekonomi syariah tersebut disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, di Auditorium BSI Tower, Jakarta, pada Jumat (13/3).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, jajaran pengurus pusat MES terpilih, serta berbagai tokoh dan pemangku kepentingan di sektor ekonomi dan keuangan syariah.
Momentum Ramadan ini dimanfaatkan sebagai ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. (*) Ayu Utami
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More
Poin Penting Harris Hotel & Convention Serpong resmi dibuka, menjadi hotel ketiga brand Harris milik… Read More
Poin Penting Total pendapatan asuransi jiwa 2025 mencapai Rp238,71 triliun, naik 9,3 persen yoy, namun… Read More