Gedung Bank DKI. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta (Bank DKI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam RUPS tersebut diputuskan untuk merombak jajaran direksi salah satunya dengan mengangkat Wahyu Widodo sebagai Direktur Utama menggantikan Kresno Sediarsi.
Selain mengangkat Wahyu Widodo sebagai Direktur Utama, RUPS juga memutuskan untuk mengangkat Zulfarshah sebagai Direktur Kepatuhan. Kemudian RUPS juga mengangkat Babay Parid Wazdi sebagai Direktur Bisnis dan juga mengangkat Zainuddin Mappa Direktur Manajemen Risiko.
Berdasarkan keterangan yang diterima Infobank di Jakarta, Selasa 30 Oktober 2018 menyebutkan, pengangkatan empat dewan direksi ini sesuai dengan keputusan para pemegang saham, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu sebelum masa jabatan berakhir.
Setelah diangkat melalui keputusan sirkuler ini maka ke empat dewan direksi ini dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya tanpa memerlukan persetujuan lebih lanjut dari Pemegang Saham setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus Fit and Propertest oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain mengangkat empat dewan direksi, RUPS juga mengangkat Erick sebagai Komisaris Perseroan terhitung sejak ditandatanganinya keputusan oleh pemegang saham. Yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya, setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus Fit and Propertest oleh OJK.
Dengan demikian berikut susunan Dewan Direksi dan Komisaris Bank DKI:
1. Direktur Utama: Wahyu Widodo
2. Direktur Kepatuhan: Zulfarshah
3. Direktur Teknologi & Operasional: Priagung Suprapto
4. Direktur Keuangan: Sigit Prastowo
5. Direktur Bisnis: Babay Parid Wazdi
6. Direktur Manajemen Risiko: Zainuddin Mappa
1. Komisaris Utama (lndependen): Basuki Setyadjid
2. Komisaris lndependen: Lukman Hakim
3. Komisaris: Erick
4. Komisaris: Michael C. Brata. (*)
Poin Penting Agrinas menyatakan siap menunda rencana impor 105 ribu kendaraan dari India mengikuti arahan… Read More
Poin Penting Astra Otoparts (AUTO) membukukan laba bersih Rp2,20 triliun pada 2025, meningkat dari Rp2,03… Read More
Poin Penting Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari… Read More
Poin Penting Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Pada 23 Februari 2026, investor asing mencatat net foreign buy Rp1,09 triliun, meski… Read More