RUPST: Rombak Direksi, Ada Tambahan Direksi Baru BNI
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dalam rapat tersebut perseroan memutuskan untuk mengangkat tiga Direksi baru BNI.
RUPST yang diadakan di Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018 memutuskan untuk mengangkat Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak sebagai Direktur. Kemudian mengangkat Endang Hidayatullah sebagai Direktur dan Dadang Setiabudi sebagai Direktur.
Selain itu, RUPST juga memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Panji Irawan, dan Imam Budi Sarjito sebagai Direktur Bank BNI. Dengan diangkatnya tiga Direksi Bank BNI, maka jumlah Direksi Perseroan bertambah menjadi 11 Direksi.
Baca juga: BNI Bagikan Dividen Tunai Rp4,77 Triliun
Perseroan juga memutuskan untuk merotasi sejumlah bidang pada beberapa Direktur Bank BNI. Dengan begitu, berikut susunan Direksi Bank BUMN sesuai dengan kesepakatan pemegang saham dalam RUPST tersebut:
1. Direktur Utama: Achmad Baiquni
2. Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
3. Direktur Corporate Banking: Putrama Wahju Setyawan
4. Direktur Retail Banking: Tambok P.S Simajuntak
5. Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan: Catur Budi Harto
6. Direktur Treasury dan International Banking: Rico Rizal Budidarmo
7. Direktur Keuangan: Anggoro Eko Cahyo
8. Direktur Teknoogi Informasi dan Operasi: Dadang Setiabudi
9. Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
10. Direktur Manajemen Risiko: Bob Tyasika Ananta
11. Direktur Kepatuhan: Endang Hidayatullah. (*)
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More