Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto:istimewa)
Jakarta – Lembaga riset Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto. Dalam survei tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar meraih peringkat pertama sebagai menteri berkinerja terbaik.
Direktur Eksekutif RODA Institute, Ahmad Rijal Ilyas mengungkapkan, riset dilakukan pada Februari 2025 dengan melibatkan responden dari berbagai sektor, seperti pekerja, wirausaha, pemuda dan mahasiswa.
Lima menteri dengan kinerja terbaik versi RODA Institute adalah:
Baca juga : Ini Dia 7 Menteri Prabowo Berkinerja Terbaik di 100 Hari Pertama versi Survei Indikator
“Itulah hasilnya, ada lima nama yang menduduki peringkat lima teratas. Responden kami tanyakan seputar kinerja menteri, kedekatan dengan masyarakat, sering turun ke lapangan, serta yang sangat terlihat mendukung visi Presiden Prabowo-Gibran ‘Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045’,” papar Rijal kepada awak media, Rabu, 19 Februari 2025.
Menurut Rijal, Nasaruddin Umar dipilih sebagai menteri dengan kinerja terbaik karena publik merasakan dampak signifikan dari kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan sektor agama.
Baca juga : Daftar 7 Menteri Berkinerja Terbaik versi Survei Indikator, Erick Thohir Teratas
“Yang mengejutkan justru Menteri Koperasi Budi Ari Setiadi. Dia berada di urutan kedua karena publik merasa sangat merasakan hasil kinerja beliau di bidang koperasi, kemudian disusul oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid, yang dinilai banyak gebrakan di 100 hari pertama,” beber Rijal.
Di posisi keempat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dipilih masyarakat karena dinilai berhasil menghadirkan inovasi pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Terakhir adalah Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, menduduki posisi kelima. Menteri ini baru-baru saja viral, masyarakat mengapresiasi terkait kinerja beliau yang dinilai berani dan dekat dengan masyarakat,” pungkas Rijal. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More