Categories: Analisis

Roadmap Keuangan Syariah, Mendorong Pembangunan Infrastruktur

Indonesia membutuhkan dana hingga US$60 miliar per tahun untuk pembangunan infrastruktur. Industri keuangan syariah dinilai mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan infrastuktur. Potensinya? Kristopo

Jakarta–Dari kebutuhan dana sekitar US$60 miliar per tahun untuk pembangunan infrastruktur, baru terkumpul sekitar US$25 miliar. Karenanya, dibutuhkan sumber lain untuk menutupi kebutuhan pembiayaan infrastruktur. Industri keuangan syariah diyakini berpotensi besar menjadi alternatif sumber pembiayaan. Namun, tentu saja, perbankan syariah harus mampu mempercepat laju pertumbuhan yang kini tengah melambat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pertumbuhan perbankan syariah pada tahun lalu agak melambat menjadi hanyab 12% saja. Hal itu sejalan dengan melambatnya perekonomian nasional. Padajal, dalam sepuluh tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan perbankan syariah mampu menembus hingga 33,2%.

Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan, OJK telah menebritkan roadmap perbankan syariah yang berisi berbagai strategi pengembangakan industri keuangan syariah, baik di perbankan, pasar modal, maupun di industri keuangan non bank. Visi pengembangan perbanmkan syariah ini, lanjut Nelson, dijabarkan dalam tujuh arah kebijakan, yakni satu, memperkuat sinegri kebijakan antar otoritas dengan pemerintah danm stakeholder lainnya. Kedua, memperkuat permodalan dan skala usaha erta memperbaiki efisiensi, Tiga, memperbaiki struktur dana untuk mendukung perluasan segmen pembiayaan. Empat, memperbiki kaulitas layanan dan keragaman produk. Lima, memperbaiki kuantitas dan kualitas SDM dan teknologi informasi serya infrastruktur lainnya. Enam, meningkatkan literasi dan preferensi masyrakiat, Tujuh, memperkuat serta harmonisasi pengaturan dan pengawasan.

Dalam rangka ikut penguatan  peran keuangan syariah dalam mendukung pembiayaan infrastuktur, OJK menyelenggarakan International Conference in Islamic Finance 2015. Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisari OJK mengatakan, konferensi ini lebih banyak pada infrastrktur finance, salah satunya mengenai bagaimana peran bank terhadap infrastruktur sektor financing dalam mendukung dana jangka panjang. Ada empat isu penting yang dibahas. Apa saja empat isu utama yang dibahas? Bagaimana industri keuangan syariah dapat berperan dalam pembangunan infrastuktur,  dan apa saja dukungan regulator untuk mendorong industri keuangan syariah? Seberapa besar potensi pembangunan infrastruktur bagi industri keuangan syariah? Bagaimana roadmap pasar modal syariah dan IKNB Syariah yang disusun OJK? Semuanya dibahas dalam Majalah Infobank no. 44. yang terbit 1 Desember 2015.

Apriyani

Recent Posts

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

38 mins ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

1 hour ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

1 hour ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

3 hours ago