Ekonomi dan Bisnis

Roadmap Holding BUMN Migas Dinilai Belum Jelas

Jakarta–Pembentukan Holding BUMN Sektor Energi dinilai beberapa kalangan perlu dikaji ulang. Pasalnya pemerintah dinilai belum memiliki roadmap yang jelas untuk Holding BUMN Sektor Migas secara khusus dan energi secara umum.

Ekonom Energi UGM, Tri Widodo mengatakan keberadaan roadmap yang jelas terkait pembentukan Holding BUMN Sektor Energi belum nampak di diskursus publik.

“Jika nantinya memang akan dilakukan pembentukan holding migas, diharapkan dapat menjawab permasalahan energi di Indonesia baik tingkat nasional maupun tingkat internasional,” kata Tri beberapa waktu lalu.

Adapun permasalahan-permasalahan energi di Indonesia baik tingkat nasional maupun tingkat internasional lanjutnya yang harus diperhatikan yakni:

1. Menurunnya produksi minyak, sementara produksi gas memiliki potensi untuk ditingkatkan. Tanpa investasi, produksi minyak diperkirakan menurun menjadi sekitas 389 ribu barel/hari pada tahun 2020. Padahal, dari sisi permintaan, kebutuhan minyak dan gas meningkat tajam seiring meningatnya pendapatan per kapita bangsa Indonesia, ditambah pula jumlah penduduk yang semakin meningkat. jumlah kelas menengah naik dari 45 juta di tahun 2010 menjadi 85 di tahun 2020.

2. Di sisi energi nonmigas, diversivikasi energi menjadi keharusan untuk dilakukan karena cadangan minyak Indonesia hanya 0,3 persen cadangan dunia dan cadangan gas Indonesia hanya 1,7 persen cadangan dunia. Saat ini, migas masih menjadi andalan energi nasional yang mencapai 70 persen dari total kebutuhan energi.

Hal serupa juga dikatakan Pakar Energi UGM sekaligus anggota Dewan Energi Nasional, Tumiran, bahwa rencana pembentukan holding migas haruslah mendukung porsi bauran energi nasional.

Pemerintah pun diharapkan jangan terlalu terburu-buru dengan mempertimbangkan aspek konstitusi, model pengelolaan perusahaan induk-anak, dan mempertimbangkan komunikasi efektif antar-stakeholder dan pakar energi demi menjawab permasalahan energi nasional, khususnya migas.

“Jadi perlu dikaji ulang, sudahkah pemerintah memiliki roadmap yang jelas untuk Holding BUMN Sektor Migas secara khusus dan energi secara umum,” tambah Tumiran. (*) Dwitya Putra

 

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

49 mins ago

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

2 hours ago

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

2 hours ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

3 hours ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

4 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

5 hours ago