Direktur Utama PT RMK Energy Tbk (RMKE), Vincent Saputra (tengah), dan Direktur RMKE, Sugiyanto (kiri). (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT RMK Energy Tbk (RMKE), perusahaan logistik batubara, melaporkan kinerja keuangan hingga semester I 2025 dengan raihan laba kotor sebesar Rp146,5 miliar, di mana 75,2 persen berasal dari segmen jasa.
Meskipun menghadapi kondisi pasar batubara yang menantang, RMKE menunjukkan ketahanan dan prospek positif melalui pertumbuhan pendapatan jasa serta peningkatan efisiensi operasional. Hal ini tecermin dari laba bersih yang tercatat senilai Rp87,6 miliar.
Selain itu, RMKE berhasil memuat sebanyak 3,7 juta ton batubara hingga Juni 2025. Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan volume jasa, meskipun terjadi penurunan permintaan dan harga batubara secara global.
Baca juga: RUPST RMK Energy Sepakat Tebar Dividen Rp15,31 Miliar dan Angkat Direksi Baru
Volume jasa batubara diketahui mengalami penurunan moderat sebesar 5,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), terutama disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem.
Walaupun pasar menantang, pendapatan usaha RMKE secara keseluruhan menurun 53,5 persen akibat pelemahan segmen penjualan batubara. Namun, pendapatan jasa tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sebesar 3,5 persen YoY.
Presiden Direktur RMKE, Vincent Saputra, menegaskan bahwa perusahaan tetap fokus pada pengoptimalan operasi dan diversifikasi pendapatan meskipun pasar tengah menghadapi tekanan.
“Kemampuan kami untuk mempertahankan rasio keuangan yang kuat, meningkatkan pendapatan jasa, dan efisiensi operasional menunjukkan komitmen kami untuk memberikan nilai kepada para pemangku kepentingan, bahkan dalam kondisi yang sulit,” ucap Vincent dalam keterangan resmi di Jakarta, 31 Juli 2025.
Baca juga: Optimistis Capai Target, Bos RMKE Beberkan Strategi Tahun Ini
Di samping itu, RMKE juga berkomitmen memanfaatkan kekuatan operasional dan disiplin keuangan untuk menavigasi kondisi pasar yang menantang dan akan terus fokus pada pengembangan segmen jasa, serta eksplorasi peluang baru guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dari segmen penjualan dan jasa batubara.
Adapun, untuk pertumbuhan ekuitas RMKE tercatat sebesar 4,2 persen, didorong oleh peningkatan margin yang mempertahankan kesehatan keuangan perusahaan.
Perusahaan juga menjaga rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) di level 0,16 kali, dengan penurunan jumlah utang keuangan sebesar 34,3 persen, menegaskan komitmen terhadap stabilitas keuangan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More