News Update

Rivan Purwantono: Bank Bukopin Selamat Karena Orang-Orang yang Menolak Gagal

Jakarta – Setelah genap setahun memimpin krisis di Bank KB Bukopin hingga bank ini berhasil diselamatkan dan kembali meraih kepercayaan dari seluruh stakeholders, Rivan A. Purwantono harus meninggalkan bank yang kini berubah nama menjadi Bank KB Bukopin karena mendapatkan mandat baru untuk memimpin PT Jasa Raharja (Persero).

Memimpin krisis dan mengarungi masa-masa sulit hingga ancaman rush oleh nasabah, pastinya banyak peristiwa dan pengalaman yang berharga sekaligus berkesan. Alhasil, acara perpisahan Rivan dengan jajaran insan Bank KB Bukopin yang digelar beberapa waktu lalu pun diwarnai hujan air mata.

Di depan kolega dan karyawan Bank KB Bukopin, Rivan mengatakan bahwa Bank KB Bukopin bukan selamat bukan semata-mata peran dirinya sebagai pemimpin. Sebab, pemimpin tanpa dukungan seluruh tim tidak bisa menjalankan perannya apalagi menyelesaikan masalah yang begitu berat seperti saat Bank Bukopin mengarungi masa-masa paling sulit seperti tahun 2020.

“Bukopin selamat, karena kekuatan dan tekad seluruh karyawan Bukopin yang tidak rela menjadi orang Gagal,” ujar bankir kelahiran Kudus, 26 September 1966 ini.

Rivan memiliki kebanggaan selama mendampingi semua insan di Bank Bukopin yang per akhir 2020 berganti nama menjadi Bank KB Bukopin dimana semua memiliki daya survival yang tinggi untuk bekerja di masa sulit.

“Saya bangga mendampingi orang-orang hebat yang tidak hanya berjuang menyelamatkan Bank Bukopin tapi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan  Indonesia,” imbuh alumni Universitas Gadjah Mada dan Universitas Pelita Harapan ini.

Rivan berharap, Bank KB Bukopin memiliki sumber daya yang baik untuk mendukung keberhasilan transformasi di bank yang harus ia tinggalkan. Proses transformasi Bank KB Bukopin dilanjutkan oleh Chang Su Choi, bankir asal Korea Selatan yang ditunjuk sebagai direktur utama pada RUPST 17 Juni 2021 lalu. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

2 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

8 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

9 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

10 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

11 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

14 hours ago