Ristia Bintang Siap Gelar Rights Issue
Jakarta – Seluruh pemegang saham PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk (RBMS) merestui rencana aksi korporasi rights issue, dalam rangka penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Perusahaan bakal mengeluarkan sebanyak-banyaknya 1.18 miliar saham dengan nilai nominal Rp200 dan harga pelaksanaan Rp216.
“Sepanjang sejarah kami, baru kali ini melihat 100% pemegang saham menyetujui rights issue yang akan dilakukan Ristia Bintang. Tidak ada yang keberatan alias setuju semua,”kata Direktur Utama RBMS, Richard Rachmadi, seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), di Jakarta, Rabu, 28 Febuari 2018.
Rencananya dana hasil rights issue, seluruhnya untuk mendukung bisnis perusahaan, diantaranya peningkatan saham atau modal di anak usaha perseroan.
Baca juga: Bangun Rumah Tapak, RBMS Anggarkan Capex Rp40 Miliar
Setiap pemegang 19 saham yang namanya tercatat hingga 27 Maret 2018 mempunyai 59 HMETD, dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegang sahamnya untuk membeli 1 saham baru. Adapun periode perdagangan HMETD diperkirakan pada 29 Maret-5 April 2018 mendatang.
“Yang menjadi standby buyer dalam Rights Issue ini saya sendiri 20 persen, dan Sinarmas Sekuritas juga berkomitmen sebagai pembeli siaga sekitar 20 persen,”tegasnya.
Richard merincikan, dana hasil Rights Issue tersebut akan digunakan untuk menambah kepemilikan guna menguasai saham PT Tiara Raya Bali International (TRBI) pemilik hotel Le Meridien Bali. Selain itu, dana juga digunakan untuk mendukung modal anak usaha perusahaan. (*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More