Rupiah Masih Akan Lanjutkan Penguatannya
Jakarta – Dalam perdagangan pasar hari ini (21/1) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di level 13.670/US$ bila dibandingkan dari penutupan sebelumnya (20/1) di level 13.625/US$.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pasar masih mengkhawatirkan beberapa kondisi ekonomi global salahsatunya merespon pernyataan IMF yang menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,3% dari 3,4%.
“Perkiraan ekonomi untuk Amerika Serikat dan kawasan Eropa keduanya direvisi turun dengan nilai yang sama. Kemudian IMF juga memangkas perkiraan untuk 2021 sebesar 0,2 persen menjadi 3,4%, mengutip perlambatan di India dan pasar negara berkembang lainnya sebagai faktor tambahan,” jelas Ibrahim di Jakarta, Selasa 21 Januari 202.
Selain itu, pasar juga merespon laporan bahwa Moody’s akan menurunkan peringkat utang Hongkong. Denga begitu pasar masih terus mengantisipasi beberapa faktor ekonomi tersebut.
“Lembaga pemeringkat itu mengatakan bahwa tidak adanya rencana nyata untuk mengatasi masalah politik atau ekonomi dan sosial dari populasi Hong Kong yang muncul ke permukaan dalam sembilan bulan terakhir dapat mencerminkan kapasitas kelembagaan inheren yang lebih lemah daripada yang sebelumnya dinilai oleh Moody’s,” jelas Ibrahim.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (21/1) kurs rupiah berada pada posisi Rp13.658/ US$ terlihat melemah dari posisi Rp13.654/US$ pada perdagangan kemarin (20/1). (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh The Finance Team MASIHKAH Indonesia berlandaskan hukum? Pertanyaan itu kembali muncul dalam setiap diskusi… Read More
Poin Penting Kabar AS keluar dari PBB memicu tanda tanya publik, mengingat AS merupakan salah… Read More
Poin Penting Investasi kripto kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dugaan penipuan yang dilayangkan ke… Read More
Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More
Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More
Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More