Ilustrasi penggunaan layanan bank digital. (Foto: Freepik/zaozaa09)
Jakarta – Perusahaan riset pasar Ipsos telah melakukan studi bertajuk “Studi Perilaku dan Kepuasan Konsumen terhadap Bank Digital di Indonesia”. Riset ini melibatkan pengguna aktif bank digital di Indonesia untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi dan kepuasan mereka dalam bertransaksi menggunakan layanan keuangan digital.
Dalam risetnya, Ipsos menemukan tiga hal yang paling sering dilakukan oleh masyarakat saat menggunakan produk bank digital, antara lain top-up e-wallet sebanyak 76 persen, pembayaran QRIS 71 persen, dan kemudahan transfer antar-bank 70 persen.
Baca juga: Arah Bisnis Pegadaian Usai Punya Layanan Bank Emas
Tidak hanya itu, studi tersebut menunjukan bahwa popularitas bank digital di Indonesia lebih disukai oleh kalangan anak muda, terutama Gen Z dan milenial, yang aktif menggunakan layanan keuangan digital.
Di sisi lain, survei mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen responden berusia 25-44 tahun memilih SeaBank sebagai bank digital favorit mereka. Selanjutnya Bank Jago berada di posisi kedua dengan 32 persen, disusul oleh Bank Neo yang dipilih oleh 28 persen responden dalam kelompok usia yang sama.
Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma menyatakan, faktor keamanan, kemudahan dan kepercayaan terhadap produk bank digital menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman yang memuaskan bagi pelanggan.
“Harapannya, hasil riset ini dapat digunakan oleh para pelaku industri bank digital untuk terus meningkatkan kinerja, guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital. Pada akhirnya, upaya ini dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan di sektor keuangan digital Indonesia,” ujar Andi dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 14 Maret 2025.
Baca juga: Dua Bank Digital Dikabarkan Mau IPO, Bos OJK Buka Suara
Adapun tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan transaksi perbankan digital yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) yang tumbuh 40,1 persen secara tahunan (yoy) pada November 2024.
Tren positif tersebut diprediksikan akan terus berlanjut pada 2025 dengan peningkatan sebesar 52,3 persen yoy, didorong oleh kenaikan volume transaksi BI-FAST sebesar 34,1 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More