Teknologi

Riset HID: 73 Persen Perusahaan Prioritaskan Manajemen Identitas di Tengah Ancaman Siber

Poin Penting

  • Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya integrasi sistem fisik dan digital
  • 74 persen organisasi telah mengadopsi lingkungan hybrid, namun menghadapi tantangan kompleksitas sistem (52 persen) dan integrasi (37 persen)
  • Adopsi mobile credentials dan biometrik meningkat, tetapi kekhawatiran privasi data juga melonjak hingga 67 persen.

Jakarta – Perusahaan keamanan identitas HID menegaskan bahwa manajemen identitas kian menjadi prioritas utama dalam strategi keamanan perusahaan global. Hal ini tercermin dalam laporan bertajuk Security and Identity Report 2026.

Riset yang melibatkan lebih dari 1.500 praktisi keamanan dan TI lintas industri di berbagai negara tersebut menunjukkan, sebanyak 73 persen responden mulai menempatkan manajemen identitas sebagai fokus utama, seiring meningkatnya integrasi antara sistem fisik dan digital.

Perubahan ini didorong kebutuhan korporasi untuk mengonsolidasikan berbagai sistem akses, mulai dari data karyawan, pengunjung, hingga autentikasi berlapis dalam satu platform terpadu. Sejalan dengan itu, sebanyak 74 persen organisasi telah mengoperasikan lingkungan hybrid yang menggabungkan sistem fisik dan digital.

Baca juga: Begini Strategi Menghadapi Serangan Siber Berbasis AI

Meski demikian, proses integrasi tersebut tidak lepas dari tantangan. Sebanyak 52 persen responden menyebut kompleksitas sistem identitas sebagai hambatan utama. Sementara itu, 37 persen lainnya menilai integrasi antara sistem fisik dan digital masih menjadi kendala signifikan.

Di sisi lain, adopsi teknologi baru terus meningkat. Salah satunya adalah mobile credentials yang telah atau akan digunakan oleh 74 persen organisasi. Kendati demikian, mayoritas pengguna masih mengombinasikannya dengan kartu fisik, mencerminkan kebutuhan akan fleksibilitas dalam sistem keamanan.

Penggunaan teknologi biometrik juga menunjukkan tren kenaikan. Tercatat, 34 persen organisasi telah mengimplementasikannya, sementara 23 persen lainnya berencana mengadopsi dalam waktu dekat.

Namun, peningkatan adopsi ini turut diiringi kekhawatiran terhadap aspek privasi. Sebanyak 67 persen responden mengaku khawatir terkait penggunaan data biometrik, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, HID menilai arah industri keamanan bergerak menuju integrasi penuh berbagai sistem dalam satu platform. Hal ini disampaikan oleh Ramesh Songukrishnasamy, Senior Vice President & Chief Technology Officer HID.

“Para eksekutif di bidang keamanan saat ini dituntut untuk meningkatkan infrastruktur dan akses identitas. Meski demikian, di saat yang sama mereka juga sangat peduli pada tata kelola, perlindungan, dan transparansi untuk menjaga kepercayaan pengguna,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.

Baca juga: Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi, visibilitas, serta ketahanan organisasi dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks. Fleksibilitas dalam pemanfaatan sistem juga dinilai memberikan dampak positif terhadap penguatan keamanan perusahaan.

“Perusahaan yang akan sukses di 2026 adalah mereka yang bisa memberikan solusi akses yang fleksibel bagi penggunanya, tanpa mengorbankan keamanan,” tutup Ramesh. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Menguak Dugaan Kegagalan KAP dan Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Skandal Kredit Sritex

Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More

2 hours ago

Top! Laba Bank Kalbar Februari 2026 Tumbuh 14,81 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Poin Penting Hingga Februari 2026, Bank Kalbar mencetak laba Rp98,71 miliar, naik 14,81 persen (yoy),… Read More

4 hours ago

Analis Elev8 Ungkap Anak Muda Punya Pandangan Baru Soal Sukses Finansial

Poin Penting Milenial dan Gen Z tidak lagi terpaku pada indikator tradisional seperti kepemilikan rumah,… Read More

13 hours ago

OJK Hormati Putusan KPPU atas 97 Pindar, Fokus Jaga Stabilitas Industri

Poin Penting OJK menghormati putusan KPPU yang menjatuhkan sanksi kepada 97 pindar atas pelanggaran persaingan… Read More

18 hours ago

Kinerja Ciamik, Hartadinata Abadi (HRTA) Raih Pendapatan Rp44,55 T di 2025

Poin Penting Kinerja melonjak signifikan, pendapatan HRTA naik 144,39% menjadi Rp44,55 triliun dan laba bersih… Read More

20 hours ago

Celios Nilai Dana SAL Bisa Dialokasikan untuk Jaga Defisit APBN

Poin Penting SAL dinilai penting sebagai bantalan APBN untuk mengantisipasi pelebaran defisit akibat lonjakan subsidi… Read More

20 hours ago