Perbankan

Rintis Sejahtera Fasilitasi 10 Peserta di Batch 4 BI-Fast

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memastikan jumlah peserta BI-Fast akan bertambah. Per 29 Agustus 2022, BI-Fast sudah memiliki 77 anggota, dengan 25 sebagai peserta gelombang (batch) 4. Dan dari 25 lembaga keuangan tersebut, 10 di antaranya masuk dengan skema multitenancy melalui PT Rintis Sejahtera.

“77 peserta BI-Fast itu terdiri dari 49 bank swasta, 21 Bank Pembangunan Dareah (BPD) dan Unit Usaha Syariahnya (UUS), satu bank asing dan satu lagi KSEI,” ujar Kepala Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran (DPSP) BI, Ida Nuryanti, belum lama ini di Jakarta.

Pada gelombang 4 ini, BI menambah layanan kebanksentralan melalui BI-Fast untuk mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia di bidang moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah.

Layanan BI-Fast secara bertahap akan diperluas mencakup layanan bulk credit, direct debit, request for payment, serta cross border retail payment, seperti yang sekarang tengah dikembangkan dengan sejumlah negara tetangga, yakni Singapura, Thailand, Filipina, serta Malaysia. Cross border payment memungkinkan pembayar dan penerima melakukan transaksinya secara digital walaupun tidak berada di satu negara yang sama. Lalu, melalui konsep local currency settlement (LCS), para turis juga dimudahkan melalui sistem ini karena mereka dapat bertransaksi tanpa perlu menukar uang fisik ke mata uang lokal atau dolar Amerika Serikat. Cross border payment sendiri sudah bisa digunakan di Thailand dan Malaysia melalui teknologi QRIS.

Ida berharap, dengan semakin banyaknya pihak yang tergabung ke dalam sistem BI-Fast, maka layanan sistem pembayaran ritel yang Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal), dapat dinikmati semakin luas oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, untuk menjadi peserta BI-Fast, ada tiga alternatif yang diberikan BI saat ini yakni investasi infarstruktur sendiri, sharing infrastruktur fisik, dan sharing multitenancy dengan pihak ketiga seperti yang dilakukan melalui Rintis Sejahtera.

“Kita membuka kepada siapapun agregator yang mau masuk tetapi saat ini baru Rintis yang sudah siap terlebih dahulu,” tutur Ida.

Lebih lanjut, Ida menuturkan, akan ada gelombang 5 atau batch 5 penerimaan anggota baru BI-Fast yang ditargetkan bergabung pada November 2022. “Ada 49 bank yang menyatakan komitmennya dalam batch 5. Kita akan lihat komitmen tersebut siapa yang sudah siap. Untuk melihat kesiapan, BI melakukan survei check point untuk mengukur kesiapan keamanan dan teknologinya,” terang Ida.

Hasil survei check point itu akan menentukan siapa yang akan layak masuk sebagai peserta batch 5. Jika belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan BI, maka calon peserta harus memperbaiki diri untuk kemudian mengikuti persiapan batch 6. (*) Steven Widjaja

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

5 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

6 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

7 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

11 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

19 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

20 hours ago