Perbankan

Rintis Fasilitasi Empat Bank jadi Peserta BI-FAST Tahap VI

Jakarta – PT Rintis Sejahtera kembali mengkoneksikan empat bank ke dalam layanan BI-FAST melalui Multi-tenancy Infrastruktur Sharing. Dengan bergabungnya keempat bank Mitra Jaringan PRIMA tersebut ke dalam layanan BI-FAST tahap VI ini, secara otomatis menambah jumlah peserta BI-FAST yang hingga tahap V lalu berjumlah 106 peserta.

Adapun keempat bank peserta BI-FAST tersebut terdiri dari bank swasta/asing dan bank syariah, yakni Bank Commonwealth, Amar Bank, Bank KB Bukopin Syariah dan J Trust Bank.

Direktur Marketing PT Rintis Sejahtera Suryono Hidayat mengatakan, Rintis Sejahtera berkomitmen mendukung program-program Bank Indonesia dan berupaya menciptakan sinergi berkelanjutan, utamanya dalam percepatan implementasi BI-FAST. Suryono menjelaskan bahwa saat ini Rintis Sejahtera juga tengah melakukan persiapan untuk layanan BI-FAST Fase 1 Tahap 2.

“Proses percepatan tersebut dilakukan oleh Rintis agar selaras dengan jadwal Bank Indonesia yang menargetkan implementasinya dapat terwujud pada Semester I tahun 2023,” jelas Suryono di Jakarta, Selasa, 28 Maret 2023.

Senior Executive Vice President J Trust Bank Saptono A. Irawan menambahkan, bergabungnya J Trust Bank ke dalam layanan BI-FAST melalui infrastruktur yang disiapkan PT Rintis Sejahtera merupakan wujud kontribusi perseroan dalam percepatan digitalisasi sistem keuangan nasional.

“Dengan demikian diharapkan sistem pembayaran ritel yang CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Andal) dan bisa dilakukan kapan saja, 24/7, dapat dinikmati ole nasabah setia kami”, ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank KB Bukopin Syariah (KBBS) Koko Tjatur Rachmadi mengatakan Bank KB Bukopin Syariah siap mendorong dan berkolaborasi dengan bank dan nonbank lain untuk mendukung akselerasi digital, salah satunya melalui BI-FAST yang dinisiasi Bank Indonesia.

“Sehingga keberadaan Bank Syariah memiliki nilai lebih dari sisi perbankan, percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi perbankan sera mendorong masyarakat untuk mulai digital savvy dalam bertransaksi”, kata Koko.

Di kesempatan yang sama, Direktur Retail dan SME PT Bank Commonwealth Sukarman Omar mengatakan Bank Commonwealth merasa bangga menjadi bagian dari peluncuran layanan BI Fast tahap VI.

“Kami berharap layanan ini bisa memberikan akses sistem pembayaran yang lebih cepat dan luas bagi nasabah kami. Kami juga sangat senang dengan solusi multitenancy yang disediakan oleh Rintis, karena dengan solusi ini, Bank Commonwealth dapat meluncurkan layanan BI Fast secara lebih cepat dan efisien,” tambah Omar.

Konsep multi-tenancy infrastruktur sharing milk PT Rintis Sejahtera menjadi solusi bagi bank dan nonbank dalam mengimplementasikan layanan BI-FAST sesuai dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI 2025).

Selain itu, layanan ini dapat memberikan efisiensi layanan pembayaran digital dan service level yang tinggi bagi bank dan nonbank di industri sistem pembayaran. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

1 hour ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

3 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

4 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

5 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

5 hours ago