Rini Soemarno; Kekosongan komisaris harus diisi. (Foto: Istimewa).
Menurut Rini, kementrian BUMN masih membicarakan hal ini dengan OJK mengenai bagaimana proses terbaiknya. Dwitya Putra
Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kelanjutan konsolidasi bank syariah BUMN.
Menurut Rini, untuk hal tersebut pihaknya masih mencari skema yang tepat terkait prosesnya.
“Kita masih membicarakannya dengan OJK mengenai bagaimana prosesnya dan terbaiknya,” kata Rini di kantor Kementrian BUMN Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2015.
Rini pun berharap, tahun depan konsolidasi ini bisa selesai. Karena pada dasarnya konsolidasi bank syariah BUMN sudah harus dilakukan secepatnya.
“Saya sih inginya tahun ini, tetapi kemungkinan ga bisa. Jadi bisa tahun depan,” jelas Rini.
Sekedar informasi, sebelumnya OJK juga telah menyarankan bank-bank syariah pelat merah untuk melakukan konsolidasi, sebelum memutuskan melakukan penggabungan usaha atau merger.
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perbankan OJK Mulya E. Siregar mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna menyeimbangkan kemampuan tiap-tiap bank.
Jika merger dilakukan tanpa melalui proses konsolidasi dikhawatirkan pangsa pasar syariah bank BUMN akan direbut oleh bank lain.
“Waktunya (konsolidasi) bisa 2-3 tahun, tapi kan bisnis jalan terus, kata Mulya beberapa waktu lalu. (*) @dwitya_putra14
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More