News Update

Rights Issue Rp5,5 Triliun, PermataBank Tuju BUKU 4

Jakarta–Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Permata Tbk (PermataBank) menyetujui untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT/Rights Issue).

Direktur Utama PermataBank, Roy A. Arfandy mengungkapkan, perseroan berencana untuk merealisasikan rights issue sebesar Rp5,5 triliun pada kuartal II-2016 ini. Dengan keputusan tersebut, diharapkan rasio kecukupan modal perseroan akan bertambah.

“Tentunya juga untuk menunjang pertumbuhan usaha kami ke depan. Rights issue ini juga untuk mendukung Basel III nantinya,” ujar Roy di Jakarta, Selasa, 29 Maret 2016.

Menurutnya, rights issue tersebut akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor, sehingga rasio kecukupan modal perseroan di 2016 bisa berkisar Rp23 triliun-Rp24 triliun. Jumlah modal tersebut bakal membawa PermataBank lebih dekat ke kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 4, dengan modal inti minimal Rp30 triliuan. “Pada akhir 2015 rasio kecukupan modal kami 15%, nanti akan menjadi sekitar 17%-18%,” ucap Roy.

Dia mengungkapkan, penawaran umum terbatas ini diharapkan bisa diserap oleh PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank. “Harapan kami tidak ada perubahan kepemilikan dari rencana rights issue ini. Nanti, yang kecil-kecil diharapkan juga menyerap,” tukas Roy.

Sebagaimana diketahui, saat ini Astra International memiliki saham PermataBank sebesar 44,56% dan Standard Chartered Bank juga 44,56%. Roy berharap, kepemilikan dua perusahaan ini tidak terdilusi saat pelaksanaan rights issue. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

20 mins ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

1 hour ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

1 hour ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

2 hours ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

2 hours ago