Kedua, komitmen Pemerintah yang kuat dalam mengimplementasikan reformasi struktural. Ini tercermin dari perkembangan deregulasi kebijakan yang dilakukan dalam rangka perbaikan iklim investasi. Sebagai informasi, R&I sebelumnya mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB-/stable outlook pada tanggal 4 April 2016.
Baca juga: OJK Klaim Kebijakan Pemerintah Berhasil Atasi Gejolak
Seperti dikutip dari laman BI, di Jakarta, Kamis, 6 April 2017 menyebutkan, pencapaian positif ini merupakan hasil dari sinergi kebijakan yang harmonis antara bank sentral dengan Pemerintah yang telah mampu menjaga stabilitas makroekonomi dengan tetap mendorong momentum pertumbuhan ekonomi yang positif.
“Bank Indonesia akan terus melakukan penguatan koordinasi bersama Pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong percepatan reformasi struktural guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan,” ujar Gubernur BI, Agus DW Martowardojo. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Sempat terkoreksi 5,15 persen ke Rp1.115 saat IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, saham… Read More
Melalui kehadiran booth ini, BCA Syariah memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah, yaitu mobile… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PERTUMBUHAN ekonomi kuartal IV tahun 2025 sebesar… Read More
Poin Penting Fakta persidangan menegaskan proses pengajuan hingga pencairan kredit Sritex berjalan tanpa intervensi direksi,… Read More
Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More
Poin Penting Pada pembukaan perdagangan 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun tajam dari… Read More