Moneter dan Fiskal

RI Butuh Dana Segini Untuk Kurangi Emisi Karbon di 2030

Jakarta – Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, negara membutuhkan pendanaan untuk mengurangi emisi karbon hingga tahun 2030 mencapai Rp4.002 triliun atau sekitar USD280 miliar. 

Seperti diketahui, dalam target nationally determine contribution (NDC) perjanjian Paris Agreement, Indonesia mengupayakan untuk menurunkan emisi sebesar 31,89 persen dengan usaha sendiri dan 42 persen dengan dukungan internasional.

Baca juga: RI Targetkan Emisi Nol Bersih di 2060, Bagaimana Dampaknya ke Sektor Energi?

“Kita butuh Rp4.002 triliun sampai dengan untuk mencapai NDC 2030 atau USD280 miliar,” ujar Suahasil dalam acara Sustainability Action: Opportunities for a Better Tomorrow in Indonesia, Rabu 13 September 2023.

Wamenkeu pun merinci kebutuhan pendanaan emisi setiap sektor bisnisnya yaitu, sektor kehutanan dibutuhkan pendanaan sebesar Rp309,01 triliun atau USD21,68 miliar, sektor Energi dan transportasi sebesar Rp3.500 triliun atau USD245,61 miliar.

Kemudian, sektor IPPU sebesar Rp0,93triliun atau USD0,07 miliar, sektor limbah Rp185 triliun atau USD13 miliar, dan sektor pertanian Rp7,23 triliun atau USD0,50 miliar.

Baca juga: Menuju Emisi Nol Bersih, Bank Mandiri Fokus Produk Keuangan Berkelanjutan

Dia menjelaskan bahwa dana tersebut tidak bisa hanya mengandalkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja, melainkan juga dukungan dari para pelaku usahanya.

“Jadi ini bisnisnya siapa yang mengurangi CO2 ekuivalennya itu kita semua, pemerintah itu mengurangi, dunia usaha ikut mengurangi, bahkan sektor yang menghasilkan CO2 emission juga ikut mengurangi, tapi kalau ikut mengurangi karbon emission bisa diakui nilai ekonominya jadi bisnis,” ungkap Wamenkeu. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Kasus “Sritex” Yuddy Renaldi dan Direksi BPD, Ketika Prosedur Dikriminalisasi, Bankir “Diberangus”

Oleh Tim Infobank KASUS yang menjerat Yuddy Renaldi, Direktur Utama (Dirut) Bank BJB di Pengadilan… Read More

10 mins ago

IHSG Dibuka Menguat 0,46 Persen ke Level 9.074

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,46 persen ke level 9.074,10 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

2 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp2,7 Juta per Gramnya

Poin Penting Harga emas UBS menembus level tertinggi Rp2.752.000 per gram, disusul Galeri24 Rp2.692.000 dan… Read More

2 hours ago

IHSG Tembus Level 9.000, Begini Respons BEI

Poin Penting IHSG cetak rekor baru dengan menembus level 9.000 dan ditutup di 9.032,58, mencerminkan… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat, Tekanan Geopolitik Masih Mengintai

Poin Penting Rupiah dibuka di level Rp16.855 per dolar AS, menguat tipis 0,06 persen dibanding… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi naik untuk menguji level 9.077–9.100, seiring posisi… Read More

4 hours ago