Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono
Poin Penting
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan (mtm) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 110,50 dari 109,75 pada Januari 2026.
“Terjadi inflasi di Februari 2026, berbeda denga bulan sebelumnya yang mengalami deflasi,” ujar Ateng Hartono Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, dalam Rilis BPS, Senin, 2 Maret 2026.
Lebih lanjut, pada kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi Februari 2026 terbesar pada Februari 2026 terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 1,54 persen, dengan memberikan andil 0,45 persen terhadap deflasi.
Baca juga: BI Klaim Inflasi 2,92 Persen Sepanjang 2025 Terjaga dalam Sasaran
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok tersebut adalah daging ayam ras yang memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, ikan segar 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, serta tomat, beras, dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,02 persen” jelasnya.
Adapun komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan sebesar 0,19 persen dan tarif angkutan udara 0,02 persen.
“Selain itu, terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi pada Februari 2026 antara lain, bensin dengan andil 0,05 persen,” jelasnya.
Sementara berdasarkan komponen, inflasi yang terjadi di Februari 2026 utamanya didorong oleh komponen bergejolak yang mengalami inflasi sebesar 2,50 persen dengan andil inflasi sebesar 0,41 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen bergejolak adalah dagung ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah,” paparnya.
Selanjutnya, untuk komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,42 persen dengan andil sebesar 0,27 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi komponen inti adalah emas perhiasan, minyak goreng, mobil, dan nasi dengan lauk.
Sementara, komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,03 persen, secara agregat kelompok ini tidak memberikan andil deflasi atau 0 persen. Namun, terdapat komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah bensin.
Ateng menyebutkan, sebaran inflasi bulanan menurut wilayah yakni, 33 provinsi mengalami inflasi dan 5 provinsi mengalami deflasi.
“Adapun Infasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04 persen, sementara deflasi terendah terjadi di Papua Barat sebesar 0,65 persen,” tutup Ateng. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More
Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More
Jakarta - Momentum Lebaran 2026 dimanfaatkan Paramount Land untuk mengakselerasi penjualan properti melalui kombinasi strategi… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menyalurkan 1.000 paket sembako dan santunan kepada anak yatim serta keluarga… Read More
Poin Penting OJK cabut izin PT Tennet Depository Indonesia sebagai pengelola penyimpanan aset keuangan digital… Read More
Poin Penting Pemerintah menerapkan WFH sehari dalam sepekan bagi ASN dan mengimbau sektor swasta untuk… Read More