Ekonomi dan Bisnis

Revitalisasi Pasar Diyakini Tambah Penerimaan Daerah

Jakarta –  Di tengah ekspor yang menurun, geliat ekonomi rakyat secara domestik menjadi harapan baru. Program revitalisasi pasar yang tengah digencarkan pemerintah pun dinilai membawa dampak baik, tidak hanya dalam menambah omzet pasar yang bersangkutan, melainkan juga dalam meningkatkan penerimaan daerah tempat pasar itu berada.

Ekonom dari Universitas Brawijaya, Candra Fajri Ananda mengungkapkan, revitalisasi pasar bisa membuat penerimaan daerah bertambah besar dikarenakan adanya peningkatan retribusi dari pajak. Peningkatan retribusi ini terjadi karena manajemen pasar telah lebih teratur, di samping kegiatan ekonomi meningkat karena kapasitas pasar yang bertambah.

“Pajak daerah pasti naik. Kalau pasar tradisional itu direvitalisasi, mereka pasti ada retribusi pasar. In general, pajak daerah pasti naik. Semua diuntungkan,” ujar Candra dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.

Tidak hanya daerah, dirinya menambahkan, revitalisasi pasar diyakini juga akan membuat omzet tempat jual-beli tersebut bertambah. Tak ayal hal ini juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat. “Apakah kemudian bisa membantu pendapatan masyarakat per kapita? Pasti iya,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, meskipun baik, memang masih dibutuhkan upaya lebih keras untuk bisa membuat pasar rakyat mampu bersaing dengan pasar-pasar modern besutan korporasi. Karena bagaimanapun, dari sisi manajemen dan suplai,  pasar modern yang memiliki manajemen tunggal lebih unggul dibandingkan pasar rakyat yang terdiri atas banyak pengelola kios.

Dampak positif bagi daerah dari adanya pasar-pasar yang direvitalisasi pun turut diakui oleh para pengelola pasar. Pengelola Pasar Rakyat Purbolinggo, Lampung Timur, Budi Hariyanto menilai, revitalisasi pasar membawa dampak positif perekonomian di daerah. Hal ini tidak hanya bersumber dari kualitas pelayanan pasar yang meningkat, melainkan juga ada perbaikan dari sisi manajemen pengelolaan.

Untuk diketahui, pada revitalisasi yang dilakukan sejak 2016 lalu itu, Pasar Rakyat Purbolinggo sendiri telah membangun 96 kios untuk para pedagang. Revitalisasi ini direncanakan akan kembali dilakukan pada tahun 2019 ini dengan target menambah 70 kios. “Dengan tampilan beda, pengunjungnya semakin bertambah kurang lebih 20%-30%. Ini penambahan konsumen,” ungkapnya.

Ia mengatakan, peningkatan konsumen pasar ini berhasil diraih berkat adanya peningkatan kualitas pelayanan pasar baik dari sisi kebersihan dan kenyamanan, salah satunya dengan keberadaan drainase. Selain itu, pengaruh revitalisasi pasar ini juga dirasakan oleh pihak manajemen di mana pengelolaan retribusi menjadi lebih jelas, mulai dari retribusi toko hingga retribusi sampah.

Pengelolaan retribusi yang lebih baik ini berperan besar untuk mengejar target Penerimaan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan pemerintah daerah. “Dengan adanya bangunan yang tertata dengan baik, kita bisa mengejar target PAD dari pemerintah,” pungkas Budi.

Senada, Pengelola Pasar Gunung Sari, Kota Cirebon, Edi Mahdi turut menuturkan revitalisasi pasar membawa perubahan positif terjadap kualitas pelayanan pasar, salah satunya dari sisi kebersihan. Pihaknya juga telah menggandeng pedagang untuk bersama-sama memperhatikan masalah kebersihan kios dan lingkungan sekitar pasar. Hal ini salah satunya dengan menertibkan aktivitas pembuangan limbah.

Tidak main-main, dirinya mengatakan, bahwa upaya revitalisasi kebersihan pasar tersebut memerlukan sertifikasi dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi, pihak Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga Pemerintah Pusat. Hal ini untuk menjamin bahwa pasar tersebut layak untuk disebut sebagai pasar yang sehat. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

27 mins ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

43 mins ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

57 mins ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

1 hour ago

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

2 hours ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

2 hours ago