Perbankan

Restrukturisasi Kredit Perbankan Capai Rp638,22 Triliun di Februari 2022

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai restrukturisasi kredit di Februari 2022 mencapai Rp638,22 Triliun dengan 3,7 debitur. Angka ini terus melandai jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Lebih jauh, regulator merinci jumlah kredit dan debitur tersebut terbagi menjadi UMKM dan non-UMKM. Jumlah outstanding kredit untuk UMKM mencapai Rp244,78 triliun dan 2,84 debitur. Sementara untuk non-umkm, OJK mencatat nilai kreditnya mencapai Rp393,4 Triliun dengan jumlah debitur sebanyak 857 ribu.

“Peran restrukturisasi sangat besar untuk menekan tingkat kredit macet atau non performing loan di industri perbankan. Ke depan, OJK terus melakukan asesmen program restrukturisasi dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan menjaga stabilitas sistem keuangan,” dikutip media sosial @ojkindonesia, Jumat, 8 April 2022.

Adapun hingga tiga bulan pertama di 2022, OJK mencatat kondisi sektor jasa keuangan Indonesia masih stabil. Penyaluran kredit perbankan masih tumbuh sebesar 6,33% yoy (0,93% mtm) dengan seluruh kategori debitur mencatatkan kenaikan, terutama UMKM dan ritel. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,11% yoy (0,30% mtm) terutama didorong oleh giro yang tumbuh sebesar Rp30,1 triliun.

Pada sektor IKNB, piutang perusahaan pembiayaan terpantau dalam tren meningkat, dengan nominal tercatat sebesar Rp372 triliun pada Februari 2022 terutama didorong oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif.

Sementara itu sampai dengan 25 Maret 2022, IHSG telah menguat 1,6% mtd dan mencatatkan all time high pada level 7.049,68 (24/3). Penguatan ini didukung oleh net buy nonresiden di pasar saham yang tercatat sebesar Rp5,12 triliun mtd. Sementara itu di pasar SBN, outflow nonresiden mencatatkan peningkatan sebesar Rp36,65 triliun sehingga turut mendorong peningkatan rerata yield 19,8 bps. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

Konsisten Tambah Modal, Amar Bank Siap Naik Kelas ke KBMI 2

Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More

3 hours ago

Strategi Investasi AXA Mandiri Hadapi Volatilitas Pasar

Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More

3 hours ago

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

12 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

13 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

15 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

16 hours ago