Moneter dan Fiskal

Restitusi Pajak 2026 Diperkirakan Rp270 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi ini sejalan dengan tren pertumbuhan penerimaan pajak yang masih terjaga pada awal tahun.

“Jika komponen restitusi daerah tersebut dikeluarkan dan tingkat pertumbuhannya sama seperti 2025, maka restitusi tahun ini kami perkirakan sekitar Rp270 triliun,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, dikutip, Kamis, 5 Februari 2026.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, restitusi pajak pada 2025 mencapai Rp361,2 triliun atau meningkat hampir Rp100 triliun dibandingkan realisasi 2024. Kenaikan tersebut disebabkan oleh pemindahan realisasi restitusi daerah tahun 2023 dan 2024 yang pembayarannya dilakukan secara bertahap sepanjang 2025.

Baca juga: Maksimalkan KUR, Purbaya Berencana Ambil Alih PNM dari Danantara

Purbaya mengatakan, penurunan proyeksi restitusi pajak tersebut berpotensi memperbaiki kinerja pendapatan pajak neto, karena nilai penerimaan yang dikembalikan kepada wajib pajak menjadi lebih kecil. 

Purbaya mencatat realisasi penerimaan pajak hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun. Capaian tersebut setara dengan 4,9 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar Rp2.357,7 triliun.

“Kinerja penerimaan pajak tercatat tumbuh tinggi, mencapai 30,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy),” ujar Purbaya.

Baca juga: Pegawai Pajak-Bea Cukai Kena OTT KPK, Begini Respons Purbaya
Baca juga: KPK Tangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono, Sita Rp1 M Lebih terkait Restitusi PPN

Ia menjelaskan, kuatnya pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari ditopang oleh kenaikan penerimaan pajak bruto sebesar 7 persen serta penurunan signifikan restitusi pajak hingga 23 persen (yoy). Menurutnya, seluruh jenis pajak mencatatkan pertumbuhan positif secara neto.

“Gambaran penerimaan pajak Januari menunjukkan adanya pembalikan arah, sehingga pendapatan negara tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

50 mins ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

2 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

3 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

4 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

4 hours ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

4 hours ago