News Update

Respons Kasus Sritex, Bank Jateng Perkuat Pengawasan Kredit dan Risiko

Semarang – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menegaskan komitmen untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi di sektor keuangan seiring dengan penyidikan kasus dugaan korupsi fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Bank Jateng menghormati dan mendukung upaya Kejagung dalam pemberantasan praktik korupsi di sektor keuangan,” ujar Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, di Semarang, Jateng, dikutip dari ANTARA, Rabu, 23 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa proses hukum yang berjalan sepenuhnya menjadi ranah penegak hukum dan menyatakan Bank Jateng tetap menjunjung prinsip tata kelola dan integritas lembaga keuangan.

Baca juga: Bank Jateng Resmi Tercatat Jadi Bank Kustodian ke-26 di KSEI

Evaluasi Internal Diperkuat, Kredit Dikawal Ketat

Lebih jauh, Irianto menyebut kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi Bank Jateng untuk terus menjaga integritas dan berpegang pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ia memastikan bahwa seluruh operasional bank senantiasa berada dalam koridor hukum dan etika bisnis.

Menurutnya, penguatan internal Bank Jateng dilakukan menyeluruh, mulai dari penyaluran kredit, manajemen risiko, hingga sistem audit internal.

“Bank Jateng telah melakukan langkah untuk mengamankan bank melalui pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 100 persen di tahun 2021,” ujarnya terkait kredit bermasalah untuk Sritex.

Baca juga: Kejagung Tetapkan 8 Tersangka Baru dalam Kasus Kredit Macet Sritex, Kok Bisa?

Meski terdampak secara historis, Irianto menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak memengaruhi operasional maupun laba Bank Jateng pada 2025.

Ia juga menyampaikan bahwa Bank Jateng saat ini berstatus sebagai kreditur separatis dalam proses kepailitan Sritex, dan sedang menunggu pembagian pemulihan aset yang sudah masuk tahap pemberesan.

Tiga Mantan Pejabat Jadi Tersangka

Kasus yang menjerat Bank Jateng ini mencuat setelah Kejagung menetapkan tiga mantan pejabat bank milik pemerintah daerah tersebut sebagai tersangka.

Mereka adalah SP (Direktur Utama periode 2014-2023), PJ (Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial periode 2017-2020), serta SD (Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial periode 2018-2020).

Meski kasus tersebut melibatkan mantan pejabat, Bank Jateng memastikan proses bisnis dan tata kelola saat ini telah diperbaiki secara struktural dan berkelanjutan.

Baca juga: Kejagung Ungkap Peran 8 Tersangka Baru Kredit Sritex, Negara Rugi Rp1,09 Triliun

Ke depan, Irianto menegaskan bahwa Bank Jateng akan terus menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama dalam pengambilan keputusan bisnis.

Bank juga akan memperkuat peran sebagai mitra strategis pembangunan daerah yang bersih dan bertanggung jawab. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

47 mins ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

4 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

9 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

10 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

10 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

20 hours ago