Perbankan

Respons BSI soal Perpanjangan Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun

Poin Penting

  • Pemerintah perpanjang penempatan dana SAL Rp200 triliun hingga September 2026 untuk menjaga likuiditas dan mendorong kredit.
  • BSI menyebut dana SAL efektif, Rp10 triliun yang diterima terserap dalam sebulan dan mendorong pembiayaan tumbuh double digit.
  • BSI siap menerima tambahan dana, dengan pembiayaan 2025 tumbuh 14,49% yoy menjadi Rp319 triliun dan laba naik 8,05%

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah akan memperpanjang masa penempatan dana sebesar Rp200 triliun hingga September 2026. Dana tersebut sebelumnya dijadwalkan jatuh tempo pada Maret 2026.

Dana yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) itu diharapkan memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan penyaluran kredit.

Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan dana SAL terbukti meningkatkan penetrasi perbankan ke pasar.

Baca juga: Purbaya Perpanjang Penempatan Dana di Bank Rp200 Triliun hingga September 2026

Ia mengungkapkan dana SAL sebesar Rp10 triliun yang diterima BSI terserap ke masyarakat dalam waktu sekitar satu bulan. Penyaluran tersebut turut mendorong pertumbuhan pembiayaan double digit.

“Tahun lalu terbukti kalau BSI, kita sudah menjawab keinginan pemerintah untuk melakukan penetrasi pembiayaan. Kita menjawab juga, Alhamdulillah kita double digit. Tahun ini BSI insyaallah masih optimis untuk terus melakukan penetrasi ke market,” kata Erwan kepada media dikutip, Selasa, 24 Februari 2026.

Siap Terima Tambahan Dana Pemerintah

Diketahui, sepanjang 2025, pembiayaan BSI tumbuh 14,49 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp319 triliun. Kinerja tersebut mendorong laba bersih naik 8,05 persen menjadi Rp7,57 triliun.

Penyaluran pembiayaan BSI saat ini didominasi sektor produktif, terutama konsumer rumah tangga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca juga: Plus Minus Penempatan Dana Rp200 Triliun ke Himbara Menurut BI

BSI juga menyatakan siap menerima tambahan dana SAL jika pemerintah kembali menempatkan dana di perbankan, khususnya bank BUMN.

“Kalau BSI, karena kan sebulan saja sudah habis tadi. Jadi kita prinsip siap, lah. Kalau memang ada amanah dari pemerintah, BSI prinsip siap,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

46 seconds ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

10 mins ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

20 mins ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

27 mins ago

Prabowo Tegaskan Defisit APBN Tetap 3 Persen, Hanya Diubah Jika Terjadi Krisis Besar

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More

36 mins ago

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Poin Penting Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying BBM karena dapat mengganggu distribusi energi.… Read More

45 mins ago