Ilustrasi: Gedung Bank BRI/istimewa
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyambut positif keputusan pemerintah memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp200 triliun.
Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, menyebutkan kebijakan tersebut akan mampu menjaga stabilitas likuiditas perbankan sekaligus mendukung penyaluran kredit ke sektor riil.
“Dengan perpanjangan dana SAL yang ada ini, maka kita jadi semakin yakin bahwa stabilitas likuditas dari perbankan kita pun akan sangat terjaga. Dan untuk hal ini juga tentunya kalau stabilitas likuditasnya terjaga, maka transmisi kebijakan fiskal ke sektor riil itu juga akan semakin terjaga,” kata Farida dalam konferensi pers kinerja 2025, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca juga: BRI Pasang Target Pertumbuhan Kredit 7-9 Persen Tahun Ini
Farida menrinci, total dana SAL yang ditempatkan di BRI mencapai Rp80 triliun, termasuk Rp55 triliun dari total Rp200 triliun yang ditempatkan di Himbara. Selain itu, BRI juga menerima dana jangka pendek Rp25 triliun yang tidak diperpanjang.
Dari keseluruhan dana SAL tersebut, mayoritas penyaluran kredit diarahkan ke sektor mikro, sekitar 50 persen dari total dana SAL. Dana SAL juga disalurkan ke berbagai sektor ekonomi, termasuk pertanian, kehutanan, perikanan, serta sektor lain yang mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.
Farida optimistis perpanjangan penempatan dana pemerintah berpotensi meningkatkan pertumbuhan kredit perbankan ke depan. Meski demikian, pertumbuhan kredit tersebut akan sangat bergantung terhadap kualitas permintaan dan kesiapan dari sektor riil.
“Dan stimulus likuiditas ini, ini adalah yang terkait dengan sisi suplainya. Nah faktor demand-nya ini juga menjadi kunci, supaya ke depannya kredit yang ada diperbankan juga semakin meningkat,” ungkapnya.
Baca juga: Bos BRI Kasih Bocoran Besaran Dividen Tahun Buku 2025
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun diperpanjang enam bulan hingga September 2026. Sedianya, tenor penempatan dana negara tersebut akan jatuh tempo pada 13 Maret 2026.
“Penempatan Rp200 triliun yang jatuh tempo pada 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan. Jadi, bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin, 23 Februari 2026.
Baca juga: BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025
Purbaya menyatakan akan mengevaluasi kembali penempatan dana tersebut pada September 2026 atau enam bulan setelah perpanjangan.
“Kami akan evaluasi kembali September nanti. Harapannya ekonomi sudah bergerak lebih tinggi, berbagai program prioritas pemerintah semakin terlihat hasilnya, Danantara semakin berperan, dan dana nonresiden semakin banyak masuk ke Indonesia seiring membaiknya kinerja ekonomi serta meningkatnya kepercayaan terhadap Indonesia,” ujar Purbaya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More
Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More
Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More