Market Update

Respons Bos BEI soal Calon Direksi Baru Periode 2026-2030

Poin Penting

  • BEI akan menunjuk direksi baru periode 2026-2030 seiring berakhirnya masa jabatan direksi periode 2022–2026 sesuai POJK.
  • Iman Rachman belum memastikan pencalonannya kembali, meski sejumlah direksi BEI dinilai berpeluang maju lagi.
  • OJK menekankan penguatan integritas pasar dan perlindungan investor, termasuk inovasi produk serta ketahanan infrastruktur TI dan keamanan siber.

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026 akan melakukan penunjukan jajaran direksi baru seiring berakhirnya masa jabatan direksi periode 2022-2026.

Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 58 Tahun 2016, masa jabatan direksi BEI berlangsung selama empat tahun dan dapat diperpanjang satu kali.

Sejumlah direksi dinilai berpeluang kembali maju sebagai calon direksi BEI periode 2026-2030, salah satunya Direktur Utama Iman Rachman.

Kepada wartawan, Iman belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kemunngkinan dirinya kembali mencalonkan diri sebagai direksi BEI periode 2026-2030.

“Memang saya maju (mencalonkan)?” katanya dikutip, Selasa, 20 Januari 2026.

Baca juga: BEI Sebut Ada 1 Perusahaan Konglomerasi Siap IPO

Selain Iman, sejumlah direksi lain yang juga berpeluang maju kembali antara lain Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, serta Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik

OJK Dorong Penguatan Pasar Modal Lewat Direksi Baru

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa proses pemilihan jajaran direksi BEI merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia. 

“Harapan kami ya proses tersebut dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur dan juga ketentuan yang berlaku dan juga accountable ya,” ujar Inarno dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK periode Desember 2025.

Baca juga: Gandeng OJK, Perbarindo Kediri Gelar Outlook Ekonomi 2026 dan Sosialisasi Aturan Pemasaran Layanan Keuangan

Inarno menegaskan, ke depan jajaran direksi BEI perlu memperkuat sejumlah agenda strategis, khususnya peningkatan integritas pasar dan perlindungan investor.

Upaya tersebut mencakup pengawasan perdagangan yang lebih efektif guna memitigasi praktik transaksi tidak wajar, sekaligus menjaga pasar tetap adil dan transparan.

Selain integritas pasar, OJK juga mendorong pendalaman pasar modal melalui pengembangan sisi penawaran dan permintaan, termasuk inovasi produk serta peningkatan aktivitas pasar.

Terakhir, OJK mengingatkan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber guna menjaga ketahanan pasar modal Indonesia ke depan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Laporan dari Sidang Kasus Kredit Macet Sritex: Saksi Ahli, Bebaskan Para Bankir

Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More

1 hour ago

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

12 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

12 hours ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

12 hours ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

12 hours ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

12 hours ago