News Update

Respons Astra Sedaya Finance soal Merger Multifinance

Jakarta – Direktur PT Astra Sedaya Finance, Tan Chian Hok merespons tren penggabungan usaha atau merger di Industri multifinance dalam memperkuat struktur dan arah persaingan usaha.

Ia menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik aksi korporasi antar perusahaan pembiayaan tersebut sebagai upaya mendukung pemerataan akses pembiayaan. Namun, Astra Sedaya Finance belum memiliki rencana mengikuti langkah serupa.

“Tidak apa-apa, sebenarnya sama saja prosesnya. Karena merger itu kan kita fokusnya ke pembiayaan. Tapi kita gak perlu merger,” ujarnya, di Jakarta, Rabu, 16 Juli 2025.

Baca juga: Kantongi Restu OJK, Merger Adira dan Mandala Ditargetkan Tuntas Oktober 2025

Bukan tanpa alasan pihaknya enggan melakukan merger. Sebab, secara ekosistem Astra Financial telah mengelola 14 entitas bisnis di 9 industri, antara lain pembiayaan konsumen, yakni FIFGROUP, ACC dan TAF.

“Portofolio kita sudah membagi sesuai dengan lini bisnis kita,” tegasnya.

Sebaliknya, kata dia, perusahaan lebih menitikberatkan pada kondisi pasar multifinance di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Lebih masalah ke market saja. Mungkin ke NPL (kredit macet) yang naik dan sebagainya karena semua ini kan tergantung kondisi ekonomi makro dan mikro saja,” pungkasnya.

Baca juga : Adira Finance dan Mandala Finance Umumkan Merger, Ditargetkan Rampung Oktober 2025

Diketahui, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) dan PT Mandala Multifinance Tbk atau Mandala Finance (MFIN) mengumumkan rencana penggabungan usaha, dengan Adira Finance sebagai entitas penerima.

Aksi korporasi ini menjadi langkah strategis Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) untuk memperkuat cengkeraman bisnisnya di industri pembiayaan nasional.

Dengan total aset gabungan mencapai Rp38,4 triliun sebelum merger, Adira Finance dan Mandala Finance menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan.

Dengan telah diperolehnya persetujuan dari para pemegang saham serta restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penggabungan ini ditargetkan efektif mulai 1 Oktober 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

3 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

10 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

11 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

11 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

12 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

18 hours ago