PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Khoirifa)
Jakarta – PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) sebagai perusahaan pendukung utama industri energi salah satunya melalui penyediaan jasa penyewaan kapal, pada hari ini (9/8) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menawarkan 2,7 miliar lembar saham baru.
Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) HUMI tersebut setara dengan 15 persen dari saham yang merupakan saham baru Perseroan dan dikeluarkan dari portepel perusahaan, dengan harga saham sebesar Rp100 per lembar.
Tidak hanya itu, dalam IPO, HUMI juga juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,35 miliar Waran Seri I atau sebesar 7,5 persen dari total saham Perseroan dan setiap pembeli dua lembar saham Perseroan berhak atas satu waran Seri I.
Baca juga: Pemilu 2024 di Depan Mata, Aset Saham Bisa Jadi Primadona
Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, mengatakan bahwa, melalui IPO tersebut selain untuk memperoleh alternatif sumber dana dari pasar modal Indonesia, tetapi juga untuk meningkatkan transparansi (disclosure) dan profesionalitas dalam melakukan Tata Kelola Perusahaan menjadi Perusahaan Publik dan lebih accountable dalam pencapaian kinerja di masa mendatang.
“Yang pasti, komitmen perusahaan adalah bagaimana Perseroan dan anak usaha dapat berkembang dengan cepat serta memberikan keuntungan yang terbaik untuk para pemegang saham perusahaan,” ucap Tirta di Jakarta, 9 Agustus 2023.
Adapun, berdasarkan prospektus perusahaan, dana yang digalang Perseroan akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja Perseroan dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional rutin sebesar 10 persen.
Kemudian 90 persen sisanya digunakan sebagai pengembangan usaha entitas anak Perseroan, yaitu PT PCS International (36 persen), PT OTS Internasional (14 persen), PT Humpuss Transportasi Curah (26 persen), PT MCS Internasional (14 persen), dan PT ETSI Hutama Maritim (10 persen). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More