Poin Penting
Jakarta – Harga saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) mengalami penguatan usai melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini 6 November 2025. Perusahaan pelayaran ini menjadi emiten ke-24 yang terdaftar di bursa Indonesia pada tahun ini.
Harga saham PJHB meningkat hingga 24,85 persen ke level Rp412 per saham atau berhasil menyentuh auto rejection atas (ARA) dari harga penawaran Rp330 per saham.
Usai pencatatan saham, sebanyak 21.338 saham PJHB telah diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 3.075 kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp879,13 juta.
Baca juga: IHSG Dibuka Naik 0,33 Persen ke Level 8.345
Dalam penawaran umum yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 4 November 2025, PJHB melepas sebanyak 480 juta saham baru atau setara 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Sementara, harga penawaran ditetapkan sebesar Rp330 per saham, berada di batas atas rentang harga penawaran awal (bookbuilding) Rp310–330 per saham.
Penetapan harga di level tertinggi ini menunjukkan optimisme dan minat tinggi investor terhadap prospek bisnis PJHB.
Penawaran umum yang dilakukan PJHB juga mengalami oversubscription terhadap porsi penjatahan terpusat sebesar 267,04 kali, di mana total dana investor yang masuk untuk memperebutkan porsi pooling saham PJHB mencapai sekitar Rp6,3 triliun.
Baca juga: Saham Bank Himbara Diproyeksi Positif pada Akhir 2025, Berikut Sentimennya
Bersamaan dengan IPO, PJHB juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru, dengan rasio 2:1. Artinya, setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu Waran Seri I.
Setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru PJHB dengan harga pelaksanaan Rp330 per saham.
Nantinya, jika seluruh waran dieksekusi, Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana hingga Rp79,2 miliar, yang akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan untuk operasional kapal baru. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More
Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More