Resmi Melantai di Bursa, Blibli Andalkan 3 Sektor Ini

Jakarta – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau yang biasa dikenal dengan e-commerce Blibli telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini (8/11). Melalui pencatatan perdana saham tersebut, Blibli akan mengandalkan tiga sektor bisnisnya.

Chief Financial Officer (CFO) Blibli, Hendry, mengatakan bahwa melihat bisnis model yang ada, perusahaan pada sektor e-commerce memanfaatkan lini bisnis B2C (Business to Customer) karena memiliki potensi pasar yang besar.

“Kita liat proxy di luar itu juga punya potensi yang besar, marketnya pun besar kalau kita lihat dari survei itu potensial market ke depannya itu USD150 juta, jadi cukup besar disana,” ucap Hendry dalam media briefing di Jakarta, 8 November 2022.

Kemudian, lini bisnis yang memiliki potensi besar dan menguntungkan lainnya adalah pada lini bisnis online travel agency yaitu tiket.com, di mana selain menawarkan tiket pesawat dan juga hotel, tiket.com pun menawarkan produk yang terkait dengan lifestyle, interactions, dan event.

“Mungkin temen-temen pada tahun ini juga kalau cari konser dari artis internasional itu salah satu leading platformnya adalah tiket.com. Nah, jadi kalau kita lihat proxy di bisnis luar itu juga continue dan profitable,” imbuhnya.

Selain kedua bisnis itu, perusahaan juga sedang mengembangkan lini bisnis grocery yang saat ini lini bisnis tersebut masih memiliki penetrasi online yang kecil. Namun, dengan potensi bisnisnya yang besar dan dengan pengelolaan yang baik diharapkan mampu mendapatkan double digit margin.

“Jadi kita lakukan sinergi dari 3 bisnis model ini, ya mungkin bisa diambil kira-kira, sebenarnya dari blibli itu punya track atau clear path to profitability ke depannya,” ujar Hendry.

Senada dengan Hendry, CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, juga menyatakan melalui ketiga lini bisnis tersebut dan dengan bekerja sama secara strategis bersama para pemegang merek baik dari global, nasional, maupun UMKM di seluruh Indonesia, perusahaan akan terus optimis.

“Tentunya kami juga terus mengejar optimisasi atau efisiensi yang kami jalankan dari awal, jadi secara berkesinambungan baik dengan blibli, tiket dan ranch, kita percaya bahwa kita cukup solid untuk menghadapi ketidakpastian yang dirasakan di dunia global dan kita yakin kita bersama-sama kita bisa melewati itu dengan baik dan optimis,” ucap Kusumo dalam kesempatan yang sama. (*) Khoirifa

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Gerak Saham Bank Jumbo usai Investor Asing Lakukan Net Sell

Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More

11 mins ago

BI: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen di Februari 2026

Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More

30 mins ago

‘One Way’ Mudik 2026 Berlaku 18 Maret, Korlantas Terapkan Skema Nasional

Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More

42 mins ago

BI Revisi Ke Bawah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia jadi 3,1 Persen di 2026

Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More

48 mins ago

Imbas Perang Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More

59 mins ago

Bank Asing, Delisting, dan Rencana “Jahat” jadi Perusahaan Tertutup

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi InfoBank Media Group ASING, Aseng dan Asep. Bank milik… Read More

1 hour ago