Ilustrasi: Karyawan BSI tengah pamerkan batangan emas. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) telah resmi menyandang status sebagai perusahaan Persero terhitung sejak 23 Januari 2026. Dengan perubahan ini, BSI perkuat peran sebagai bank emas.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, sejak peluncurannya, layanan bulion BSI melalui aplikasi BYOND mencatat total pembelian emas lebih dari 2,1 ton hingga akhir Desember 2025, serta memperluas basis nasabah BSI menjadi lebih dari 23 juta nasabah.
Menurutnya, layanan bulion hadir sebagai bentuk demokratisasi investasi emas kepada seluruh lapisan masyarakat dengan cara yang mudah karena cukup lewat aplikasi BYOND yang dapat diakses 24 jam dan harga yang sangat murah karena bisa dimulai dengan harga sekitar Rp50.000.
Baca juga: BSI Luncurkan Hasanah Card Contactless, Bidik 100 Ribu Nasabah Baru
“Selain itu, sejalan amanah pemerintah bulion ditujukan sebagai optimalisasi ekonomi nasional melalui penguasaan ekonomi dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Anggoro, dikutip Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam memperbesar portofolio bulion, bank pelat merah syariah ini memperkuat edukasi dan literasi investasi emas, termasuk program khusus untuk nasabah prioritas.
Ia mengungkapkan, meningkatnya literasi dan penetrasi investasi emas turut mendorong pertumbuhan bisnis perseroan. Hingga triwulan III 2025, bisnis emas BSI melonjak 72,82 persen menjadi Rp18,76 triliun.
Baca juga: BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas
Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong digitalisasi layanan bank emas melalui BYOND by BSI agar akses terhadap investasi emas menjadi lebih mudah, aman, dan inklusif.
Saat ini aplikasi mobile banking BSI telah dilengkapi fitur Bank Emas, yakni beli emas, jual emas dan cetak emas minimal 2 gram.
Layanan ini juga mendorong tren pertumbuhan positif Bank Emas, di mana transaksi bank emas melalui BYOND by BSI mampu menembus Rp2,37 triliun untuk pembelian emas atau sekitar 1,06 ton. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp20 triliun sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit 15,9% ke… Read More
Poin Penting KB Bank melalui GenKBiz Yogyakarta mendukung wirausaha muda berbasis ESG dengan program inkubasi… Read More
Poin Penting OJK berencana menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen dari saat… Read More
Poin Penting KBMI 1 mencakup 59 bank atau 56 persen bank umum nasional. Meski aset… Read More
Poin Penting CFX pangkas biaya transaksi hingga 50% untuk meningkatkan daya saing kripto nasional. Biaya… Read More
Poin Penting OJK berencana menaikkan ketentuan free float menjadi 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen… Read More