Jakarta – Darmawan Junaidi resmi diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) menggantikan Royke Tumilaar yang sebelumnya diangkat menjadi Dirut Bank BNI.
Nama Darmawan Junaidi yang menjadi Mandiri-1 melengkapi “All Mandirian Final” di bank-bank anggota Himbara melengkapi posisi yang sudah terisi oleh Mandirian diantaranya BRI (Sunarso), Bank BNI (Royke Tumillar), dan Pahala Mansyuri (Bank BTN).
Sosok Darmawan Junaidi memang telah lama berkarier di Bank Berpita Emas sejak merger Bank Mandiri pada tahun 1999. Darmawan tercatat pernah menjabat sebagai Regional CEO Bali & Nusa Tenggara Bank Mandiri pada 2015 hingga mendapat penugasan sebagai Group Head Treasury Bank Mandiri pada 2016.
Selain berkarier di Bank Mandiri, pada tahun 2017 Darmawan juga pernah tugaskan Kementerian BUMN sebagai Direktur Keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dirinya juga sempat menjabat sebagai Plt. Direktur Utama di perusahaan yang sama periode Mei hingga Agustus 2017.
Jabatan Komisaris Utama PT Semen Kupang Indonesia pernah juga dipercayakan sejak November 2016 hingga Agustus 2017. Sementara itu pada RUPS Bank Mandiri Desember 2019, ia kembali ditunjuk sebagai Direktur Treasury, International Banking, & Special Asset Management.
Sebagai informasi saja, Bank Mandiri merupakan bank hasil menger 4 bank, yakni Bank Exim, Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya dan Bapindo di tahun 1998. Bank Mandiri pernah di suntik pemerintah di tahun 1998 dengan obligasi rekap sebesar Rp172 triliun, atau terbesar dalam sejarah perbankan Indonesia. Posisi aset Mandiri per Juni 2020 Rp1.359 triliun. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More